5 Cara Membedakan Gejala Tipes dan DBD dengan Tepat

Kenali Perbedaan Penyakit Tipes dan DBD

Ketika demam menyerang selama beberapa hari dengan suhu yang tinggi dan dibarengi dengan badan lemas, tidak nafsu makan, dan pucat, terkadang kita akan beranggapan bahwa ini merupakan gejala penyakit tifus. Akan tetapi, tanda yang disebutkan tadi juga bisa menjadi diagnosa gejala penyakit DBD. Alhasil, beberapa orang kerap terkecoh dengan kedua penyakit berbahaya ini. Oleh karena itu, setidaknya kita harus mengetahui ciri ciri gejala DBD dan tipes serta mengenali perbedaan keduanya agar bisa melakukan penanganan yang tepat.

Sebelum mengetahui perbedaan penyakit tipes dan DBD, ada baiknya untuk mengetahui sebab musabab kedua penyakit ini. Tipes atau dalam istilah medis disebet dengan demam Tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonela Typhi. Proses penyebaran penyakit ini bisa ditularkan melalui makanan dan minuman, sanitasi yang buruk, serta akses air. Tentu saja ini berbeda dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk jenis ini banyak dijumpai ketika musim hujan tiba. DBD tidak menular satu sama lain sehingga Anda harus benar-benar menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari nyamuk.

Baik tipes ataupun DBD merupakan jenis penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia. Jika tidak segera ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Bahkan penanganan yang terlambat pun bisa berakibat fatal.

5 Perbedaan Gejala Tipes dan DBD

Kedua penyakit ini hanya bisa diketahui penyebabnya dengan melakukan cek darah. Namun pada gejala awal, Anda sudah bisa melakukan deteksi dini dengan melihat beberapa gejala yang timbul. Berikut kami rangkum perbedaan gejala tipes dan DBD yang paling umum.

  1. Demam Tubuh

Pada awal gejala tipes, demam akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 38-derajat Celcius di minggu pertama. Demam pada penyakit tipes kerap disertai dengan nyeri kepala dan bisa mengganggu kesadaran penderita. Sedangkan pada kasus DBD, demam konsisten tinggi pada suhu tertentu hingga mencapai 41-derajat Celcius. Demam tersebut kerap dibarengi dengan tubuh yang menggigil.

  1. Bintik Merah di Kulit

Jika demam berlangsung lebih dari 3 hari dan muncul bintik merah pada bagian tubuh tertentu, maka ada kemungkinan pasien terkena penyakit DBD. Pada kasus DBD tertentu, penderita juga bisa mengalami pendarahan ringan pada gusi dan bahkan mengalami mimisan. Penyakit tipes tidak menimbulkan bintik merah pada tubuh.

  1. Penurunan Demam

Demam pada penyakti tipes biasanya baru akan turun di akhir MINGGU ketiga. Sedangkan pada kasus DBD, penurunan demam justru terjadi pada HARI ketiga. Pada tahap ini banyak yang beranggapan bahwa pasien telah sembuh. Padahal ini merupakan masa berbahaya karena demam bisa meningkat drastis secara tiba-tiba hingga menyebabkan pasien tidak sadar.

  1. Musim Saat Sakit

Penyakit DBD punya kemungkinan yang sangat kecil terjadi di musim kemarau namun punya potensi yang besar terjadi saat musim penghujan. Saat musim hujan datang, nyamuk berkembang biak lebih cepat dan penyebaran virus Dengue pun meningkat pesat. Sedangkan penyakit tipes bisa terjadi kapan saja karena penularannya bukan karena nyamuk.

  1. Perhatikan Gejala Lain

Virus Salmonela menyerang bagian pencernaan sehingga pada kasus ini biasanya disertai gejala lain di saluran pencernaan seperti diare, kembung, atau sambelit. Sedangkan pada penyakit DBD kerap menimbulkan gejala lain seperti sakit di ulu hati yang menyebabkan muntah, serta nyeri di otot ataupun sendi tubuh.

Baca juga : 4 Persiapan yang Harus Dilakukan Jika Ingin Melahirkan secara Normal

Tips Mengatasi Tipes dan DBD

Sebenarnya ada beberapa bahan dan tanaman obat di sekitar kita yang berguna untuk mengatasi gejala penyakit tipes dan juga DBD. Karena penyakit tipes menyerang saluran pencernaan, penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi oralit sebagai obat pendamping. Sedangkan penderita DBD disarankan mengkonsumsi jus jambu biji untuk menjaga kesehatan. Penderita juga disarankan untuk lebih banyak istirahat dan mengkonsumsi sedikit makanan tapi sering agar tidak kehilangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Selain mengkonsumsi obat tradisional, baik penderita tipes ataupun DBD sebaiknya ditangani oleh dokter guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi dengan gejala yang bervariasi dan peningkatan suhu tubuh yang bisa terjadi secara mendadak, penanganan dokter jauh lebih aman dan terkontrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *