5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menggunakan Kawat Gigi

Cetakan Gigi untuk Pasien yang Menggunakan Kawat Gigi

Memiliki gigi yang sehat, putih, dan rapi tentu menjadi idaman semua orang. Tapi sayangnya, tidak semua orang memiliki gigi yang sehat dan rapi. Kebiasaan buruk dan minimnya pengetahuan tentang perawatan gigi membuat beberapa orang menyesal karena harus menjalani beberapa prosedur menyakitkan untuk mengembalikan kesehatan gigi. Salah satu perawatan yang kerap dipilih adalah pasang kawat gigi untuk meratakan gigi yang tidak rapi. Biasanya pemasangan behel ini bertujuan untuk memperbaiki susunan gigi yang tumbuh tidak teratur. Namun kini banyak juga orang yang memutuskan untuk menggunakan behel dengan alasan estetika.

Pikirkan 5 Hal Ini Sebelum Memakai Behel

Dalam perkembangannya, bracket gigi memang telah beralih fungsi dari merapikan gigi yang tidak teratur menjadi sebuah tindakan dengan tujuan estetika. Beberapa wanita kerap memutuskan untuk menggunakan behel gigi untuk membentuk rahang. Apapun alasannya, memasang kawat gigi akan menimbulkan banyak konsekuensi. Bagi Anda yang ingin menggunakan behel gigi, ketahui beberapa pertimbangan berikut ini!

  1. Pilih Dokter Ortodonti

Perlu diketahui bahwa tidak semua dokter gigi memiliki keahlian dalam memasang kawat gigi. Jika Anda ingin menggunakan behel, pilih dokter ortodonti yang telah memiliki spesialisasi kompetensi dalam urusan merapikan gigi dan membentuk rahang untuk urusan estetika. Pemasangan kawat gigi pada dokter gigi non-spesialis bisa sangat bersiko, apalagi memutuskan untuk menggunakan jasa tukang pasang gigi yang tidak memiliki background di dunia kesehatan.

  1. Proses yang Lama dan Menyakitkan

Setelah memilih ortodontist yang terpercaya, Anda harus tahu bahwa pemasangan kawat gigi tidak bisa dilakukan begitu saja. Butuh proses yang cukup lama mulai dari fase observasi untuk melihat kondisi gigi yang masih bisa diperbaiki hingga fase pemasangan kawat gigi yang kerap memakan waktu sampai 2 jam. Untuk pemasangan behel, ortodontist juga biasanya akan mencabut beberapa gigi agar kawat bisa terpasang dengan sempurna. Pastikan Anda memiliki mental yang kuat karena tidak ada alasan untuk mundur dalam tahap ini.

  1. Rasa Sakit Menahun

Durasi penggunaan behel secara umum berlangsung selama 2 tahun. Pada minggu-minggu awal setelah dipasang, Anda akan sangat tersiksa karena tekanan pada kawat gigi akan membuat rahang dan gusi terasa ngilu. Beberapa gigi juga biasanya akan sedikit goyang yang memberikan rasa tidak nyaman. Tak hanya satu atau dua bulan saja, bahkan rasa sakit ini bisa berlangsung hingga 6 bulan.

  1. Adaptasi dengan Pola Makan

Setelah prosesi pemasangan selesai, perjuangan Anda tak berhenti begitu saja karena diperlukan tekad dan kesabaran selama masa pemakaian behel. Tentu saja Anda harus beradaptasi dengan makanan yang dikonsumsi karena pengguna behel tidak boleh makan sembarangan. Jangan memilih makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin karena bisa menimbulkan rasa ngilu. Selain itu, pengguna behel gigi juga memiliki pantangan untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan seperti permen karet, makanan yang terlalu keras, dan daging.

  1. Konsisten Merawat Kesehatan Gigi

Terakhir, Anda diwajibkan untuk lebih rajin dan konsisten dalam behel perawatan kesehatan gigi selama pemakaian kawat gigi. Anda harus rajin membersihkan sisa makanan yang menempel pada sela-sela gigi dan dinding kawat agar tidak terjadi pembusukan yang menyebabkan munculnya kuman dan infeksi.

Baca juga : Mengenal Apa Itu Trypophobia, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dengan mengetahui 5 faktor di atas, kini Anda tahu konsekuensi apa yang harus dipertimbangkan jika ingin menggunakan behel gigi. Jika Anda hanya ingin ikut-ikutan trend saja, disarankan untuk tidak menggunakan behel gigi karena pemakaian kawat gigi bisa memberikan dampak buruk bagi pengguna yang ceroboh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *