5 Kandungan Skincare Berbahaya Bagi Ibu Hamil

kosmetik wardah untuk ibu hamil

Kehamilan merupakan moment yang sangat membahagiakan sekaligus membingungkan, terutama bagi para calon ibu yang baru pertama kali mengandung. Kehamilan juga akan berdampak pada bentuk tubuh, emosi dan juga hidup anda. Terkadang perubahan hormon saat hamil dapat menimbulkan masalah kulit seperti stretchmark, perubahan warna kulit, dan kulit menjadi gatal atau sensitif. Biasanya masalah seperti ini baru akan hilang setelah sang bayi lahir.

Ketika hamil banyak sekali perubahan yang akan anda alami, ada beberapa perubahan yang tidak bisa dikendalikan, namun ada juga perubahan yang dapat dikendalikan. Hal ini meliputi makanan apa saja yang kita konsumsi, aktivitas yang kita lakukan, serta produk kecantikan apa saja yang boleh dan baik untuk digunakan saat hamil.

Bahan Kosmetik yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil

  • Retinoid

Retinoid biasanya diresepkan sebagai obat jerawat dan anti aging, retinoid biasanya dijual dan tercantum pada label bahan sebagai Avage, Differin, Renova, Retin A, Retinols, Retinyl Palmitate, dan Tozorac. Penggunaan bahan retinoid pada masa kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada otak, jantung serta kelainan tulang.

Kebanyakan dokter memperingatkan pasiennya untuk tidak hamil jika mereka sedang menggunakan obat ini, serta para dokter juga merekomendasikan untuk menunggu setidaknya 30 hari setelah menghentikan obat-obat ini sebelum anda melakukan program hamil dan juga menghindari atau tidak menggunakan saat menyusui.

  • Tetracycline

Tetracycline tergolong sebagai anti biotik yang bekerja untuk menghentikan pertumbuhan bakteri yang wajib dihindari selama kehamilan dan menyusui. Tetracycline biasanya digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi termasuk jerawat, penelitian telah menunjukkan bahwa tetracycline dapat merusak hati wanita hamil, menghitamkan gigi bayi saat masa pertumbuhan, dan mengganggu pertumbuhan tulang.

Jika anda membutuhkan antibiotik selama kehamilan, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada dokter anda, karena mungkin anda akan mendapatkan resep alternatif  umtuk antibiotik yang lebih aman seperti amoxiilin atau eritromisin.

  • Hydroquinone

Hydroquinone merupakan zat pencerah kulit yang biasa digunakan untuk mengatasi melasma, hiperpigmentasi, flek-flek penuaan, dan skintone tidak rata. Perubahan hormon saat hamil biasanya menimbulkan masalah kulit seperti hiperpigmentasi yang terkadang membuat kita ingin mengatasinya dengan menggunakan berbagai krim pencerah, biasanya krim pencerah juga mengandung zat pemutih seperti hydroquinone yang berbahaya bagi kehamilan, maka dari itu sebaiknya skincare yang mengandung hydroquinone dihindari selama kehamilan dan menyusui.

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45% dari obat ini diserap kedalam kulit setelah aplikasi topikal, yang mana obat akan masuk kedalam aliran darah dan akan membahayakan janin serta dapat menyebabkan berat badan lahir rendah serta cacat lahir.

Baca juga : Tips Tubuh Sehat dan Bugar Saat Puasa Ramadan

  • Salicylic Acid

Salicylic acid biasanya ditemukan dalam produk skincare untuk wajah berjerawat, para peneliti menemukan bahwa penggunaan produk yang mengandung asam salisilat dapat berdampak pada cacat lahir dan pendarahan saat masa kehamilan, namun beberapa ahli kulit menyarankan untuk menghindari asam salisilat dalam bentuk apapun untuk berjaga-jaga.

  • Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide biasanya ditemukan pada produk perawatan jerawat topikal. Menurut para ahli, penggunaan benzoyl peroxide dibawah konsentrasi 2,5% selama masa kehamilan umumnya dianggap aman, namun keamanan itu belum ditetapkan dengan jelas dan sampai saat ini belum ada penelitian pada hewan ataupun manusia tentang penggunaan Benzoyl Peroxide selama masa kehamilan.

Para ilmuwan tahu ketika Benzoyl Peroxide digunakan secara topikal sebanyak 5%, maka diserap melalui kulit lalu secara cepat dapat berubah menjadi asam benzoat dan di ekskresikan melalui urine. Namun beberapa masalah yang timbul diantaranya, apabila konsentrasinya terlalu tinggi maka akan mengakibatkan peradangan kulit dan mengalihkan aliran darah menuju bayi. Jadi langkah yang terbaik untuk memakai skincare saat hamil adalah dengan berkonsultasi kepada dokter kandungan anda terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *