Berbuka Puasa Dengan yang Manis?

berbuka puasa dengan sesuatu yang manis-manis termasuk

Pada bulan Ramadhan, dimana puasa dijalankan dari subuh sampai sore menjelang malam hari, kita dianjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis, tetapi sayangnya kita salah menginterpretasikan pesan tersebut dan malah berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang mengandung gula dalam jumlah banyak. Lalu hidangan manis seperti apa yang seharusnya kita konsumsi?

Berbuka puasa dengan yang manis merupakan tindakan pencegahan terhadap efek buruk berpuasa untuk tubuh. Seperti pusing, rasa panas dalam perut dan dada, konstipasi, dehidrasi, maupun anemia, Selama berpuasa metabolisme kita ada pada keadaan yang berbeda, dimana terdapat banyak adaptasi hormon dan fisiologi.

Puasa dalam bentuk apapun bisa menjadi berbahaya jika tidak diakhiri dengan benar, lalu sebenarnya apa yang begitu penting dari makanan manis tersebut? Makanan dan minuman yang manis akan mengembalikan tenaga yang terbuang selama berpuasa, mungkin ada yang bertanya kenapa tidak menggunakan tenaga dari lemak saja? Alasannya karena karbohidrat lebih mudah dicerna daripada lemak maupun protein, namun seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa seringkali kita mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang salah. Bagaimana cara membedakannnya?

Salah satu caranya membedakan adalah dengan melihat Glycemic Index dari apa yang kita konsumsi, makanan dan minuman manis hasil olahan mempunyai glycemic index yang tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara tiba-tiba dan drastis, sehingga berbahaya bagi anda yang menderita diabetes tipe 2.

Baca juga : Sahur Dengan Makanan Yang Tepat di Bulan Suci Ramadhan

makanan dengan glycemic index tinggi sering disebut dengan nama “Quick Carbs”, karena dicerna dengan cepat dan hanya memberikan tenaga untuk waktu yang cukup singkat sebelum membuat kita lelah dan kelaparan lagi. Manis hasil olahan tidak mengandung vitamin maupun mineral dalam jumlah yang signifikan, sesuatu yang tubuh kita sangat butuhkan apalagi mengingat kita hanya makan dua kali sehari selama bulan puasa.

Makanan manis seperti buah yang alami merupakan pilihan terbaik karena mengandung vitamin dan mineral, seperti kurma yang sangat manis namun memiliki glycemic index rendah “42” serta mengandung serat dan vitamin lainnya, dibanding gula olahan yang mempunyai glycemic index setinggi “68”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *