Ciri Ciri, Gejala, dan Cara Mencegah Usus Buntu Kambuh

Usus Buntu Harus Dioperasi Jika Membahayakan Keselamatan

Sakit perut merupakan tanda umum bahwa ada masalah di dalam tubuh kita. Biasanya sakit perut merupakan pertanda bahwa kita memiliki gangguan sistem pencernaan. Namun memastikan salah satu penyakit yang mengakitbatkan sakit perut tidak segampang yang dipikirkan. Sakit perut di bagian kanan dan sakit perut di bagian kiri mengindikasikan jenis penyakit yang berbeda. Alhasil, metode pengobatan yang harus dilakukan pun berbeda. Jika Anda mengalami sakit perut di sebelah kanan, maka ada kemungkinan bahwa itu merupakan ciri ciri usus luka.

Usus adalah organ tubuh yang menjadi tempat menyerap sari-sari makanan yang sudah dicerna oleh lambung. Sisa sari makanan yang tidak dibutuhkan akan disalurkan ke bagian pembuangan. Jika usus terluka atau bahkan Anda mengalami usus buntu, maka akan terjadi rasa sakit yang sangat menyiksa. Dalam istilah medis, usus buntu juga disebut dengan apendatis yang merupakan peradangan pada bagian usus buntu. Tidak hanya menimbulkan rasa sakit saja, ada beberapa tanda yang muncul saat mengalami usus buntu. Apa saja?

Gejala Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya

  1. Nafsu Makan Menurun Disertai Mual

Mual dan muntah merupakan pertanda umum tentang masalah kesehatan di sistem pencernaan. Biasanya pada kasus gejala usus buntu, rasa mual dan muntah disertai dengan penurunan nafsu makan secara drastis. Rasa sakit juga kerap mengganggu saluran pencernaan lain dan beberapa sistem saraf kita.

  1. Demam

Saat salah satu organ tubuh kita mengalami masalah kesehatan, tubuh akan mengalami peningkatan suhu sebagai mekanisme untuk melawan infeksi yang terjadi. Demam tinggi kerap dibarengi dengan meningkatnya denyut jantung. Tidak heran jika pengobatan usus buntu juga kerap diberikan obat penurun panas, terutama jika terjadi pada anak-anak.

  1. Sering Buang Air Kecil

Tanda lain yang sering terjadi adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil. Usus buntu terletak di bawah panggul, berdekatan dengan kandung kemih. Saat peradangan terjadi di usus buntu, hal tersebut bisa mempengaruhi kandung kemih sehingga Anda akan mengalami peningkatan buang air kecil.

  1. Gangguan Pencernaan Lain

Saat salah satu sistem pencernaan kita terganggu, biasanya muncul pula masalah lain seperti sambelit, diare, nyeri pada seluruh bagian perut, hingga kembung. Kondisi tersebut tentu akan memperparah keadaan pasien.

Usus buntu harus segera ditangani dengan baik sebelum penyakit ini semakin parah. Bahkan pada beberapa kasus, usus butu bisa pecah dan bisa mengancam jiwa seseorang.

Baca juga : Manfaat Jahe Bagi Kesehatan dan Kecantikan Kulit Wajah

Pengobatan Usus Buntu

Saat seseorang terdeteksi memiliki ciri ciri usus buntu dan cara mengobatinya tergantung dengan tingkat keparahan penyakit tersebut. Dokter mungkin hanya akan memberikan obat pereda nyeri pada kasus yang ringan. Antibiotik sudah terbukti ampuh bisa meredakan nyeri sekaligus peradangan yang terjadi pada usus buntu. Namun jika pemberian obat medis tidak cukup untuk mengatasi masalah ini, maka biasanya dokter akan memutuskan untuk melakukan operasi.

Perlu diketahui bahwa usus buntu sebenarnya tidak memiliki fungsi yang krusial di dalam tubuh kita. Jadi tidak ada masalah serius jika kita harus menjalani operasi pengangkatan usus buntu. Dalam istilah kedokteran, pembedahan untuk mengangkat usus buntu disebut dengan apendektomi. Operasi usus buntu ini bisa dilakukan dengan dua cara dimana kedua cara tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda.

  1. Laparoskopi Apendektomi

Ini merupakan operasi ‘minor’. Meski demikian, pasien harus tetap dibius total. Dokter kemudian membuat lubang pada perut untuk memasukan selang dengan kamera kecil untuk melihat kondisi usus buntu. Proses operasi pun berjalan singkat dan masa penyembuhan jauh lebih cepat. Bahkan dalam kasus yang ringan, pasien sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap 2 hari.

  1. Apendektomi Terbuka

Opsi lain adalah operasi besar dengan membedah sedikit bagian perut pasien guna mengangkat sekaligus membersihkan rongga perut agar tidak terjadi infeksi. Operasi ini dilakukan jika usus buntu sudah pecah. Sebagai konsekuensinya, masa penyembuhan cukup lama dan pasien masih membutuhkan observasi agar tidak terjadi komplikasi pasca operasi.

Cara Mencegah Usus Buntu Agar Tidak Kambuh Lagi

Perlu diketahui bahwa meski sudah pernah dioperasi, masalah pada usus buntu masih bisa terjadi di kemudian hari.  Untuk itu, Anda harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Ketahui pula cara mencegah usus buntu agar tidak kambuh lagi.

Salah satunya adalah dengan mengganti pola makan dan memilih makanan yang bergizi. Kurangi konsumsi alcohol dan perbanyak minum air putih agar tidak ada makanan mengendap di usus buntu. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan menahan buang air besar karena sambelit bisa menyebabkan usus buntu.

Jika Anda sudah pernah mengalami atau baru pada tahap awal usus buntu, disarankan untuk segera menjaga kesehatan sistem pencernaan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *