Gangguan Psikologi OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

terapi kognitif dan perilaku pada gangguan obsesif kompulsif

OCD atau Obsessive Compulsive Disorder disebut juga dengan gangguan obsesive kompulsif. Dalam bahasa indonesia OCD ini ditandai dengan adanya pikiran obsesif dan perilaku kompulsif atau perilaku berulang, sehingga seorang dengan OCD cenderung mempunyai dorongan untuk melakukan sesuatu hal yang berulang-ulang. Orang dengan OCD bisa terdapat pikiran obsesif saja, perilaku kompulsif, atau bisa juga kombinasi dari keduanya.

Pikiran obsesive adalah pikiran yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan, namun terus menerus timbul sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman dan menimbulkan kecemasan. Contoh OCD diantaranya yaitu takut kotor atau takut terkontaminasi, dan juga pikiran yang tabu, misalnya tentang seks yang tidak diinginkan.

Pemikiran ini juga bersifat cenderung simetris dan sempurna, sedangkan kompulsi adalah perilaku berulang sebagai respon terhadap pikiran obsessive tersebut, contohnya mencuci tangan berulang-ulang atau mengatur suatu benda dengan cara tertentu, menghitung sesuatu yang tidak perlu misalnya menghitung anak tangga. Mengecek berulang-ulang misalnya mengecek pintu apakah sudah terkunci atau belum, mengecek kompor apakah sudah dimatikan atau belum secara berulang-ulang lebih daripada biasanya.

Untuk dapat didiagnosa sebagai OCD maka gejala tersebut harus disadari sebagai impuls atau pikiran dari diri sendiri, minimal juga ada satu pikiran atau perilaku yang berhasil dilawan, dan pikiran maupun perilaku tersebut bukanlah suatu hal yang menimbulkan kepuasan atau kesenangan. Pikiran atau impuls tersebut harus merupakan suatu pengulangan yang tidak menyenangkan.

Baca juga : Gejala Kanker Serviks yang Harus Dikenali dan Proses Pengobatannya

Kadang kita juga sering mengecek sesuatu secara berulang-berulang. Namun pada orang dengan OCD, mereka mengeceknya berlebihan dan tidak dapat mengontrol pikiran maupun perilakunya tersebut meskipun mereka tahu bahwa itu sudah berlebihan. Misal mereka bisa mengecek pintu atau kompor hingga puluhan kali dan mereka menghabiskan banyak waktu setiap harinya hanya untuk melakukan perilaku berulang ini bahkan bisa melebihi 1 jam, sehingga mengganggu aktifitas mereka sehari-hari.

OCD dapat terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia, meskipun lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda. OCD dapat ditangani dengan medikasi, psikoterapi, ataupun dengan kombinasi dari keduanya. Medikasi yang diberikan adalah obat golongan selective serotonin reputake inhibitor dan jika perlu juga ditambahkan dengan obat antipsikotik. Psikoterapi yang diberikan adalah kognitif behaviour therapy atau terapi kognitif perilaku. Namun sayangnya orang dengan OCD ini cenderung malu untuk mencari bantuan terapis. Jika anda ataupun kerabat anda memiliki gejala – gejala OCD, segeralah untuk mencari bantuan terapis agar dapat membantu anda menurunkan perilaku berulang ini. Sehingga anda dapat menjalankan aktivitas anda dengan lebih nyaman setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *