Gejala Penyakit Kista dan Cara Mengatasi Penyakit Kista

Kista Sering Terjadi Pada Wanita

Pernahkah Anda mendengar penyakit kista? Mendengar namanya saja kita pasti langsung mengasosiasikannya dengan para wanita. Ya, kista memang merupakan salah satu jenis masalah kesehatan yang menyerang wanita, tepatnya pada dinding rahim. Namun kista ternyata tidak melulu muncul di area rahim. Benjolan yang biasanya berisi cairan, semisolid, atau bahkan material gas ini juga bisa muncul di berbagai organ tubuh manusia. Oleh karena itu kita harus tahu pengobatan, tips untuk mengetahui gejala kista untuk mencegah benjolan tumbuh dan mengganggu fungsi organ tubuh.

Tapi sayangnya, kista sendiri tidak menimbulkan gejala khusus karena terkadang tidak menimbulkan rasa sakit. Kecuali jika kista terjadi di area payudara, maka akan muncul benjolan di salah satu payudara yang agak keras dan sedikit sakit jika ditekan. Jika terjadi di dalam organ tubuh, gejala baru akan muncul ketika benjolan mulai mengganggu atau membatasi aliran pada organ tubuh seperti hati, pankreas, ataupun otak. Di saat itulah biasanya kita baru mengetahui bahwa ada kista di dalam tubuh kita. Meski demikian, ada beberapa gejala penyakit kista rahim yang sering terjadi.

Gejala Umum Penyakit Kista

  • Perut Seperti Ditekan dari Dalam

Saat benjolan kista tumbuh membesar, perut serasa seperti ditekan dari dalam meski tidak terlalu menyakitkan. Tak hanya itu saja, biasanya gejala tersebut dibarengi dengan kesulitan buang air kecil maupun besar.

  • Perut Terasa Penuh

Gejala lain yang sering terjadi adalah perasaan seperti perut penuh dan berat padahal tidak sedang hamil atau sedang kekenyangan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, benjolan kista bisa berupa kantung yang berisi cairan ataupun gas sehingga saat benjolan tersebut membesar maka perut terasa penuh.

  • Mens Tidak Teratur dan Flek

Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda dan terkadang tidak teratur. Jika benjolan pada rahim muncul biasanya mengganggu siklus menstruasi. Tak hanya itu saja, endometrium yang menebal bisa menyebabkan kontraksi pada rahim dan membuat terjadinya pendarahan. Jika Anda sering mengalami hal ini, segera periksa dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan yang tepat.

  • Nyeri di Bagian Perut Bawah

Perasaan nyeri saat kerap menjadi pertanda bahwa periode menstruasi akan segera tiba. Tapi kista juga bisa menyebabkan nyeri di bagian perut bawah. Rasa nyeri tersebut bahkan bisa terjadi kapan saja meski wanita sedang tidak pada masa menstruasi.

Jika Anda mengalamai beberapa gejala yang disebutkan di atas, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi rahim dan mencari penyebab masalah yang muncul. Kista lebih mudah ditangani saat benjolannya berukuran kecil.

Orang yang Berpotensi Mengalami Kista

Meski penyakit ini berpotensi terjadi pada siapa saja, namun ada beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan munculnya kista di dalam tubuh kita.

  1. Usia Aktif Wanita

Riset dari institusi kesehatan di Amerika menunjukkan bahwa wanita pasca pubertas hingga masa menopause punya resiko yang paling tinggi terkena kista di bagian rahim. Ini merupakan masa yang krusial karena wanita masih mengalami menstruasi. Menariknya, benjolan bisa muncul di ovarium dan bisa hilang dengan sendirinya, tidak tumbuh membesar, dan juga tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu. Kista hanya bisa dilihat saat melakukan USG.

  1. Pengguna Obat Penyubur Kandungan

Beberapa pasangan yang belum dikaruniai seorang anak kerap menggunakan obat penyubur kandungan guna membantu proses ovulasi. Masalahnya, penggunaan obat jenis tersebut justru bisa mempengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh wanita. Hal ini membuat resiko untuk terkena penyakit kista meningkat karena perubahan hormon yang tidak stabil bisa menimbulkan benjolan pada dinding rahim.

  1. Kondisi Genetik

Kista juga bisa disebabkan karena faktor genetik. Seseorang yang membawa gen penyakit kista yang diwariskan oleh orang tuanya berpotensi lebih besar untuk terkena penyakit ini di kemudian hari. Apalagi jika mereka yang membawa gen ini juga menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

Dengan melihat ketiga resiko yang bisa menjangkit wanita, maka Anda bisa mengetahui cara untuk meminimalisir terkena penyakit kista rahim. Dan sekarang, mari kita mengetahui bagaimana cara mengobati penyakit kista pada wanita.

Baca juga : Penyebab Sinusitis, Jenis Sinus, dan Tips Mencegah Agar Tidak Kambuh

Cara Mengobati Kista Pada Wanita

Meski benjolan kista bisa hilang sendiri dalam beberapa bulan tanpa perlu perawatan khusus, namun untuk memastikan bahwa kista tersebut masih ada atau tidak maka Anda bisa melakukan pemeriksaan USG secara rutin untuk melihat perkembangan benjolan pada rahim. Selain itu, berikut pertimbangan yang perlu diketahui sebelum mengobati penyakit kista.

  • Ada atau Tidak Adanya Gejala

Statistik menunjukkan bahwa sekitar 4% kasus kista menimbulkan gejala seperti yang disebutkan di atas. Jika gejala tersebut mengganggu kesehatan, maka dianjurkan untuk dilakukan operasi.

  • Ukuran dan Kandungan Kista

Jika benjolan kista berukuran kecil dan tidak mengalami pertumbuhan, maka Anda tidak perlu khawatir. Namun jika kista memiliki ukuran yang besar dan mengandung sel abnormal, maka diperlukan tindakan operasi pengangkatan.

  • Kista saat Menopause

Saat penyakit ini menyerang wanita menopause, maka harus ada penanganan khusus karena kista tersebut bisa berkembang menjadi kanker ovarium. Fase menopause membuat resiko terkena kanker lebih besar.

Demikian informasi terkait efek penyakit kista dan penanganan yang harus dilakukan. Pada dasarnya, wanita memang memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kista pada rahim. Maka sudah sepantasnya untuk menjaga kesehatan terutama yang berkaitan dengan alat reproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *