Gejala Penyakit Vertigo dan Tips Untuk Mengobati Vertigo

Vertigo Memang Bukan Penyakit Tapi Harus Diobati

Sakit kepala tidak boleh disepelekan begitu saja. Jika sakit kepala menyerang di titik tertentu, maka masalah tersebut bukanlah sebuah sakit kepala biasa. Apalagi ada beberapa jenis penyakit berbahaya yang kerap diawali dengan gejala sakit kepala. Salah satu jenis sakit kepala yang kerap memberikan gangguan kesehatan pada manusia adalah vertigo. Ini merupakan sebuah kondisi dimana penderitanya tidak bisa melihat dengan jelas akibat sakit kepala yang dirasakan membuat sensasi memutar. Untuk menggambarkan vertigo, Anda bisa berdiri dengan tegak lalu memutar tubuh Anda beberapa kali lalu berhenti sehingga Anda melihat lingkungan sekitar seakan berputar.

Tentu saja kondisi seperti itu bisa sangat menyiksa penderitanya. Sakit kepala yang dihasilkan bisa membuat penderitanya kehilangan keseimbangan hingga sulit berjalan atau bahkan berdiri dengan tegak. Vertigo sendiri bukan masuk dalam kategori penyakit, melainkan sebuah kumpulan gejala yang bisa terjadi mendadak pada waktu tertentu. Gejala awal penyakit ini adalah sakit kepala seperti kliyengan dan kehilangan keseimbangan secara mendadak ketika Anda sedang berjalan. Tanda lain yang sering dirasakan penderitanya adalah mual, muntah, mengeluarkan keringan berlebihan, telinga yang berdengung, hingga sensasi seperti akan jatuh tiba-tiba. Kondisi seperti ini bisa muncul dan hilang seketika serta tidak bisa diprediksi.

Penyebab Vertigo

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas beberapa hal terkait gejala vertigo dan cara mengatasinya. Namun sebelum menguliti lebih dalam, kita wajib mengetahui faktor yang bisa menjadi penyebab vertigo. Menariknya, ada dua jenis vertigo yang dikenal secara medis dan dibedakan berdasarkan penyebabnya. Berikut ulasannya!

  1. Vertgo Periferal

Ini merupakan jenis yang paling sering dialami oleh banyak orang. Vertigo Periferal terjadi karena adanya gangguan pada telinga di bagian dalam yang juga mengatur keseimbangan tubuh. Perlu diketahui bahwa tak hanya sebagai indra pendengaran saja, komposisi struktur telinga juga berfungsi sebagai penyeimbang tubuh manusia. Seperti saat kita menggerakan kepala, maka ada bagian dari telinga yang secara reflek menjaga keseimbangan tubuh. Jika bagian ini mengalami masalah peradangan yang dikarenakan oleh virus, maka vertigo bisa saja terjadi.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan penyebab vertigo yang paling umum dimana vestibuler telinga mengalami gangguan karena gerakan kepala yang mendadak. Biasanya vertigo yang terjadi karena BPPV bisa dirasakan saat bangun tiba-tiba. Kondisi ini rentan dialami oleh mereka yang pernah melakukan operasi pada telinga atau punya riwayat cedera kepala. Penderita yang mengalami Labirintitis juga berpotensi terkena vertigo. Labirintitis merupakan jenis peradangan dan infeksi yang terjadi di bagian telinga paling dalam. Infeksi akibat virus dan bakteri bisa mengganggu keseimbangan sekaligus pendengaran.

Penyakit Meniere juga menjadi penyebab vertigo jenis Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Meniere merupakan penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam. Meski hanya sedikit kasus vertigo karena penyakit Meniere, tapi gangguan tersebut menyebabkan rasa sakit yang paling parah. Namun sayangnya, meski masuk dalam kategori penyakit berbahaya penyakit Meniere ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.

  1. Vertigo Central

Jika vertigo Periferal terjadi karena adanya masalah pada telinga, maka vertigo Central terjadi akibat adanya masalah pada otak kita. Ada bagian otak yang bisa menyebabkan vertigo, yakni Cerebellum atau bagian otak kecil. Salah satu tanda seseorang menderita vertigo central biasanya diawali dengan migrain atau sakit kepala sebelah yang sangat nyeri dan terasa berdenyut.

Ancaman lain yang bisa menjadi penyebab vertigo central adalah Multiple Sclerosis yang merupakan gangguan saraf pada sistem otak kita. Biasanya masalah ini terjadi karena adanya masalah pada sistem kesehatan tubuh kita. Selain itu, Neuroma Akustik atau tumor jinak juga bisa mengganggu sistem saraf manusia. Sedangkan jika terjadi tumor otak, maka ini merupakan indikasi adanya masalah serius pada kesehatan kita.

Itulah dua jenis vertigo berdasarkan penyebabnya. Dengan mengetahui jenis vertigo yang sedang menyerang kita, maka dokter akan lebih mudah dalam menentukan tindakan untuk mengobati penyakit vertigo.

Vertigo Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Mengobati Penyakit Vertigo

Cara menghilangkan penyakit vertigo harus disesuaikan dengan mengobati penyebabnya. Pada dasarnya, gejala yang timbul akibat vertigo bisa hilang seiring berjalannya waktu. Dengan istirahat yang cukup maka otak akan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di bagian telinga dalam.

Namun jika Anda sudah bosan tersiksa saat gejala penyakit vertigo menyerang, ada beebrapa cara yang bisa membantu meringankan masalah ini.

  • Menuver Epley

Jika vertigo terjadi karena Benign Paroxysmal Positional Vertigo atau (BPPV), maka Anda bisa menghilangkan vertigo dengan cepat jika melakukan manuver Epley. Anda hanya perlu duduk tegak dengan tungkai tergantung, lalu putar kepala 45 derajat ke kiri. Letakkan bantal di bawah Anda sehingga Anda berbaring dengan bertumpu diantara bahu. Lakukan selama 90 detik, lalu putar kepalaa 90 derajat ke kanan tanpa mengangkatnya dan lakukan selama 30 detik. Putar kepala dan tubuh dari sisi kiri ke sisi kanan sehingga bisa melihat lantai, diam selama 30 detik. Jika sudah, maka Anda bisa bangun dan duduk lagi secara perlahan.

  • Akupuntur

Jika vertigo terjadi karena penyakit Meniere, maka Anda bisa meringankan gejala tersebut dengan membatasi makanan yang terlalu asin. Anda pun diharuskan untuk menghindari makanan yang mengandung kafein, alkohol, ataupun coklat. Untuk meringankan gejala vertigo, Anda juga bisa memilih treatment Akupuntur ataupun Akupresur agar tidak sering kambuh.

  • Konsumsi Obat

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter dan meminta untuk memberikan obat vertigo. Beberapa jenis obat yang direkomendasikan antara lain, promethazine, dimenhydrinate, meclizine, dan lorazepam. Biasanya dokter juga akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi. Anda tidak boleh sembarangan memilih obat sendiri agar tidak mengkonsumsinya dalam dosis yang berlebihan.

  • Terapi Vestibular

Alternatif terapi lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala vertigo adalah terapi rehabilitasi vestibular. Jenis terapi fisik ini akan memberikan kekuatan pada sistem vestibular sehingga Anda tidak mengalami pusing kliyengan atau kesulitan dalam menjaga keseimbangan. Dengan menjalani terapi secara rutin, maka vestibular akan kembali bekerja dengan normal dan tidak mengganggu keseimbangan.

Baca juga : Cara Menambah Berat Badan untuk Bentuk Tubuh Ideal

  • Operasi

Opsi terakhir untuk mengobati vertigo adalah dengan menempuh jalur operasi. Namun opsi ini hanya dilakukan jika ada masalah mendasar yang lebih serius seperti tumor otak, cedera pada otak atau bagian leher. Operasi dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan memastikan sistem saraf tetap baik-baik saja.

Demikian ulasan mengenai penyakit vertigo dan cara penyembuhannya yang bisa dilakukan. Mulai sekarang, jangan sepelekan sakit kepala yang sedang Anda rasakan jika hal tersebut terjadi dalam periode waktu yang lama atau mengganggu keseimbangan tubuh Anda. Tanyakan pula pada dokter apakah Anda perlu menjalani tes untuk memastikan apakah Anda mengalami vertigo atau sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *