Gejala, Penyebab, dan Pengobatan untuk Penderita Virus Rubella

Virus Rubella Menyerang Kulit Orang Dewasa

Rubella menjadi salah satu virus yang sempat membuat gempar di negara kita. Berdasarkan catatan WHO pada 2016 silam, tercatat lebih dari 800 kasus infeksi virus Rubella atau yang juga dikenal dengan sebutan campak Jerman. Jika melihat kondisi penderita virus Rubella, apa yang dialami oleh mereka sekilas tidak ada bedanya dengan penderita penyakit cacar. Virus ini menyerang sistem imun tubuh kita dan akan muncul ruam merah di beberapa bagian tubuh. Virus Rubella pada orang dewasa dan anak kerap muncul setidaknya seminggu setelah seseorang terkena virus ini.

Gejala dan Penyebab VirusRubella

Pada kasus anak-anak, penderita umumnya menunjukan gejala ringan. Sedangkan pada kasus orang dewasa, biasanya penderita menunjukan gejala yang cukup kentara. Meski demikian, pada beberapa kasus penderita justru tidak menunjukan gejala apapun. Virus membutuhkan waktu 14 hingga 21 hari sejak terjadi penularan. Gejala virus Rubella meliputi:

  • Ruam Merah pada Kulit

Biasanya penderita mengalami ruam merah yang muncul di bagian kepala. Ruam ini terasa gatal pada awalnya dan jika digaruk, maka ruam akan menyebar ke beberapa bagian tubuh lain. Penyebaran ruam ini akan terjadi pada hari kedua atau ketiga.

  • Demam

Selain munculnya bintik merah pada kulit, penderita juga mengalami peningkatan suhu tubuh yang disertai dengan demam. Kondisi ini biasanya memperparah kondisi pasien karena rasa panas dan gatal yang menyelimuti tubuh.

  • Flu

Selain menunjukan gejala demam dan sakit kepala, penderita kerap mengalami flu ringan disertai dengan batuk. Jika ruam merah pada kulit tidak muncul, biasanya penderita menyepelekan gejala ini karena mereka menganggap hanya terserang flu biasa.

  • Hilangnya Nafsu Makan

Penderita juga akan kehilangan nafsu makan yang bisa memperparah kondisi. Jika terjadi pada bayi, hilangnya nafsu makan ini bisa mengurangi berat badan secara drastis.

Jika Anda sudah memiliki gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya untuk segera melakukan cek laboratorium dan berkonsultasi dengan dokter guna melakukan pengobatan virus Rubella. Sedangkan berdasarkan WHO, penyebab penyakit rubella dipastikan karena virus Rubella.

Proses penularan virus Rubella bisa terjadi melalui udara. Seseorang yang bersin bisa langsung menularkan virus ini kepada orang lain. Sedangkan pada kasus ibu hamil, virus Rubella ditularkan melalui darah di dalam tubuh.

Baca juga : Khasiat Buah Naga untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit Wanita

Pengobatan pada Penderita Infeksi Virus Rubella

Metode pengobatan virus Rubella pada anak, orang dewasa, dan ibu hamil berbeda satu sama lain. Pada kasus anak, pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat penurun panas serta pemberian obat topikal berupa krim untuk mengurangi rasa gatal. Dokter juga akan memberikan vitamin untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Sedangkan pada wanita hamil, dokter biasanya memberikan antigen rubella untuk menjaga kekebalan tubuh. Meski demikian, resiko cacat pada bayi masih mungkin terjadi.

Sedangkan pada orang dewasa, pengobatan virus Rubella bisa dilakukan di rumah meski sudah mendapatkan perawatan dan obat dari dokter. Salah satunya adalah dengan mengurangi kontak dengan orang lain agar penyakit ini tidak semakin menular. Menggunakan obat tradisional untuk mengurangi rasa gatal juga boleh dilakukan untuk menjaga kulit tetap sehat. Selain itu, penderita juga diharuskan minum banyak air putih agar tidak kekurangan cairan.

Meski virus Rubella tidak berbahaya dan tidak menyebabkan komplikasi penyakit berat, namun pencegahan harus dilakukan dengan menggunakan vaksin Rubella pada anak dan menjaga kesehatan tubuh bagi orang dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *