Hindari Kondisi dan Hal Seperti Ini untuk Mengurangi Risiko Kanker

Foto Teh Hangat

Seperti kita ketahui, kanker merupakan penyakit yang masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang. Sebab, kanker ialah salah satu penyakit yang kerap telat dideteksi pada awal kemunculannya. Akibatnya, penyakit yang juga tergolong ganas ini biasanya baru tersadari ketika menginjak stadium lanjut. Untuk menghindari dan mengurangi risiko kanker, Anda perlu informasi apa saja hal yang dapat memicunya. Berikut ini kondisi dan hal yang perlu anda hindari untuk mengurangi risiko kanker.

Kondisi yang Perlu Dihindari untuk Mengurangi Risiko Kanker

  • Duduk terlalu lama
Foto Duduk terlalu lama

Siapa sangka duduk terlalu lama ternyata bisa meningkatkan risiko kanker. Padahal, hampir sebagian besar pekerja kantoran dituntut untuk menghabiskan waktunya duduk berhadapan dengan komputer guna menyelesaikan tugas mereka. Solusinya, meski Anda diharuskan bekerja sehari suntuk di depan komputer sebisa mungkin diusahakan untuk tetap bergerak, sesekali mengistirahatkan tubuh dan mata dengan berjalan atau memandangi dedaunan hijau di sekitar kantor. Gunanya untuk menyegarkan tubuh dan pandangan agar tidak terlalu lelah.

Dikutip dari Mayo Clinic, sebaiknya beristirahatlah setiap 30 menit sekali. Usahakan untuk bangun dari duduk dan berjalan-jalan sebentar untuk menurunkan berbagai risiko penyakit termasuk kanker. Selain membantu membakar kalori, bangun dan berjalan-jalan sebentar juga membantu menjaga otot, kestabilan dan kebugaran fisik serta mental.

  • Terlalu tinggi
Foto Badan Terlalu tinggi

Penelitian pada tahun 2018 menemukan fakta bahwa orang yang terlahir tinggi lebih berisiko terkena penyakit kanker dibanding dengan orang yang terlahir lebih pendek. Bukti juga menunjukkan fakta bahwa setiap penambahan tinggi badan 10 cm maka risiko terkena kanker akan meningkat sebesar 10 persen. Penelitian lainnya juga menemukan hubungan antara kondisi tubuh seseorang dengan kaki yang lebih panjang dengan penyakit kanker usus besar.

Meski demikian, belum ditemukan apa penyebab dan alasan yang jelas mengapa orang  dengan tubuh terlalu tinggi lebih berisiko terkena kanker. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini disebabkan karena orang dengan tubuh yang lebih tinggi memiliki lebih banyak sel dan unsur biologis yang  berpeluang menyebabkan si pemilik tubuh untuk mengidap penyakit kanker.

  • Memasang implan payudara
Foto Implan Payudara

Selain dikenal memperindah tampilan tubuh ternyata implan payudara juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker limfoma tipe langka yaitu berupa limfoma sel besar anaplastik. Jenis kanker yang satu ini bukanlah kanker payudara melaikan kanker yang berasal dan berkembang dari sel-sel di sistem imun atau kekebalan tubuh. Riset menemukan bahwa jenis implan payudara berteksturlah yang ternyata lebih meningkatkan risiko kanker, bukan jenis implan dengan permukaan yang halus.

Akan tetapi memang risikonya sangat rendah. Para peneliti menghitung dan menerangkan bahwa untuk setiap 7.000 wanita dengan payudara implan, hanya sebanyak 1 orang yang akan mengembangkan ALCL. Selain itu, kondisi itu hanya akan terjadi pada saat wanita tersebut menginjak usia 75 tahun. Peneliti mengaitkan bahwa terdapat kemungkinan bahwa implan memicu peningkatkan peradangan di jaringan payudara hingga menyebabkan kanker.

Baca Juga : Jenis Penyakit Lupus dan Faktor Penyebab Penyakit Lupus

Oleh karena itu, sebaiknya para wanita lebih memilihhidup sehatdengan tidak melakukan implan payudara mengingat risiko yang buruk terhadap kesehatan. Jadi disarankan meningkatkan rasa syukur terhadap kondisi fisik yang telah dikaruniakan Tuhan.

  • Minum teh panas
Foto Teh Panas

Siapa tak mengenal teh yang nyatanya lebih nikmat apabila diminum selagi panas, tetapi siapa sangka bahwa hal ini cukup membahayakan bagi kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Cina pada tahun 2018 meminum teh yang sangat panas ternyata dapat menimbulkan dan meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Penelitian yang dilakukan  melibatkan 450.000 orang ini menemukan fakta bahwa ternyata panas yang ekstrem pada minuman dapat merusak lapisan pada rongga kerongkongan.

Kabar buruknya lagi risiko ini ternyata akan meningkat lima kali lebih besar pada orang yang juga mengkonsumsi alkohol dan perokok berat. Pasalnya, merokok dan alkohol saja juga sudah membuat kerongkongan rentan terganggu kesehatannya dan mengalami kerusakan. Jika ditambah dengan sering minum teh yang panas, hal ini akan sangat meningkatkan kerusakan yang disebabkan oleh asap yang ditimbulkan rokok dan akibat konsumsi alkohol. Untuk itu, para peneliti dianjurkan untuk sebaiknya mendiamkan dulu teh yang masih panas hingga hangat dan sedikit lebih dingin sebelum meminumnya.