Jenis Penyakit Bronkitis, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Bronkitis Rentan Terjadi Pada Anak Dibawah 5 Tahun

Paru-paru memiliki fungsi sebagai sistem pernapasan manusia, yakni menukar oksgen dari udara yang diserap dengan karbon dioksida yang terandung di dalam darah. Tidak heran jika paru paru juga merupakan bagian dari sistem peredaran darah. Kandungan oksigen yang kita serap lalu diedarkan ke seluruh tubuh sehingga organ tubuh yang membutuhkan oksigen dapat tercukupi. Melihat betapa besar fungsi paru paru pada manusia, sudah sepantasnya kita menjaganya agar terhindar dari berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit paru paru yang paling umum adalah bronkitis. Penyakit bronkitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada lapisan bronkial akibat munculnya infeksi.

Bronkus merupakan salah satu cabang dari batang tenggorokan yang berperan dalam memastikan udara masuk dari trakea ke alveolus. Selain sebagia jalur masuk dan keluarnya udara, bronkus juga memiliki fungsi perlindungan untuk mencegah infeksi. Lapisan pada bronkus ini memiliki beberapa jenis sel, termasuk sel berbulu dan berlendir yang akan menyaring bakteri agar tidak masuk ke dalam paru paru. Nah, penyakit bronkitis disebabkan oleh virus yang menyebabkan infeksi di bagian bronkus dimana infeksi tersebut mengganggu fungsinya dalam menyaring bakteri.

2 Jenis Bronkitis, Gejala, dan Penyebabnya

Setelah mengenal gangguan yang menyebabkan terjadinya bronkitis, kita perlu mengetahui jenis penyakit bronkitis agar tahu seberapa berbahayanya penyakit ini. Berikut ulasan lengkapnya!

  1. Bronkitis Akut

Penyakit bronkitis jenis ini terjadi akibat adanya pembengkakan dan adanya lendir di saluran udara dalam paru paru. Ini merupakan infeksi jangka pendek yang biasanya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Bronkitis akut biasanya juga akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu satu minggu hingga 10 hari. Meski demikian, batuk yang dialami oleh penderita bisa berlangsung lebih dari periode tersebut.

Gejala penyakit bronkitis akut biasanya ditandai dengan batuk berdahak dan ada pula kasus yang terjadi dengan muncul gejala batuk tidak berdahak. Biasanya gejala batuk terjadi pada periode 10 hingga 20 hari hingga akhirnya mereda sendiri. Tak hanya itu saja, gejala bronkitis akut biasanya disertai dengan sakit kepala, nafas yang pendek, demam, dan nyeri di bagian dada. Meski biasanya penyakit ini bisa reda sendiri dan tidak perlu penanganan khusus, namun jika terjadi pada balita maka dibutuhkan penanganan khusus dari dokter.

Selain karena virus, penyebab bronkitis akut juga bisa terjadi akibat adanya bahan kimia yang masuk ke dalam paru paru karena debu atau polusi udara lain. Bronkitis akut juga bisa terjadi karena virus influenza.

  1. Bronkitis Kronis

Pada dasarnya bronkitis kronis disebabkan oleh faktor yang sama. Hanya saja, iritasi bisa terus menerus terjadi di saluran bronkial sehingga periode sakit pun lebih lama sampai berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Penderita bronkitis kronis adalah perokok aktif atau orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Penyakit bronkitis kronis juga masuk dalam kategori Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK, yakni peradangan pada paru paru yang bisa berkembang dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu penyakit ini bisa jauh lebih parah daripada bronkitis akut.

Penyakit ini biasanya terjadi minimal 3 bulan dan bisa kambuh lagi dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun. Perubahan sel pada saluran nafas terjadi akibat radang dan produksi lendir yang berlebihan sehingga banyak sel yang kehilangan fungsinya. Sebagai akibatnya, terjadi penyempitan saluran nafas sehingga penderita akan mengalami kesulitan bernafas atau punya nafas yang pendek.

Pada kasus penyakit bronkitis kronis, selain karena disebabkan oleh virus juga kerap terjadi karena gaya hidup yang tidak baik. Perokok punya resiko yang lebih besar untuk mengalami bronkitis kronis karena zat negatif pada rokok yang terus menerus menumpuk di saluran pernafasan kita.

Bronkitis Bisa Diredakan dengan Wedang Jahe

Apakah Penyakit Bronkitis Menular?

Sama seperti penyakit yang berkaitan dengan pernafasan, banyak yang waspada karena takut tertular penyakit bronkitis. Ini merupakan sebuah hal yang wajar karena kita harus menjaga saluran pernafasan kita. Pada dasarnya jika ada yang bertanaya apakah penyakit bronkitis menular, jawabannya bisa berbeda.

Penyakit bronkitis bisa menular jika memang masalah ini terjadi akibat adanya infeksi karena virus atau bakteri. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, virus influenza juga bisa menjadi salah satu penyebab bronkitis akut. Penularan terjadi melalui media udara sehingga Anda harus waspada ketika menjenguk saudara atau teman yang terkena bronkitis. Gunakan masker agar meminimalisir perpindahan virus dan jaga kesehatan tubuh. Sedangkan pada kasus bronkitis kronis yang kerap muncul akibat gaya hidup yang tidak sehat, maka penyakit ini tidak bisa menular ke orang lain.

Obat Untuk Penyakit Bronchitis Alami

Pada dasarnya, pengobatan bronkitis bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik guna mencegah munculnya resiko infeksi lain saat kekebalan tubuh kita sedang menurun. Dokter juga akan memberikan obat batuk agar tekanan saat batuk tidak melukai saluran pernafasan. Selain itu, obat batuk juga bisa meringankan gejala bronkitis lain. Sedangkan sebagai tambahan dokter juga bisa memberikan inhaler agar nafas terasa lega.

Namun jika Anda ingin mencoba obat untuk penyakit bronchitis tradisional di rumah bisa mencoba beberapa pilihan di bawah ini:

  1. Buah Nanas

Nanas merupakan salah satu obat alami untuk bronkitis. Kandungan Bromelain yang merupakan jenis inzim ini bisa mengurangi peradangan yang terjadi di organ tubuh. Nanas juga bisa meredakan batuk berdahak. Anda bisa memakan buah nanas secara langsung atau membuat jus nanas.

  1. Teh Jahe

Kombinasi teh dan jahe juga akan membantu mengurangi gejala yang muncul akibat bronkitis. Jahe memiliki zat anti inflamasi yang bisa meredakan nyeri. Selain itu aroma jahe juga bisa memberikan relaksasi agar nafas lega. Sedangkan teh memiliki antioksidan yang bisa menjaga kesehatan tubuh kita. Minum wedang teh jahe hangat setiap pagi untuk mengurangi gejala bronkitis.

Baca juga : Pertolongan Pertama Saat Digigit Tomcat dan Perawatan Bekas Luka

  1. Kumur Air Garam

Air garam sebenarnya tidak bisa mengobati virus atau mikroba penyebab bronkitis. Tapi kandungan pada garam bisa meminimalisir munculnya bakteri di saluran tenggorokan agar tidak muncul infeksi baru. Ini merupakan upaya preventif agar tidak muncul penyakit lain yang berkaitan dengan tenggorokan Anda.

  1. Penguapan

Menghirup uap yang hangat akan membantu menetralisir lendir sehingga pernafasan menjadi lebih lancar. Anda bisa menambah minyak esensial, daun jeruk tumbuk, atau bahkan kayu manis agar uap memiliki aroma yang bisa melegakan hidung dan tenggorokan. Cara ini bisa membantu mengurangi lendir pada saluran bronkial.

  1. Istirahat Cukup

Terakhir, pastikan Anda mendapat istirahat yang cukup agar proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat. Kurangi kontak dengan asap rokok ataupun polusi udara lain.

Perlu diketahui bahwa obat tradisional untuk bronkitis hanyalah sebagai pelengkap saja. Anda tetap diharuskan melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan menyembuhkan bronkitis dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *