Kumpulan Masalah Kehamilan Trisemester Pertama dan Cara Mengatasinya

Trisemester Pertama Kehamilan Merupakan Masa yang Krusial

Bagi pasangan muda yang baru menikah, kehadiran sang buah hati tentu akan menjadi pelengkap dalam biduk rumah tangga. Tidak heran jika saat sang wanita dinyatakan hamil, seluruh anggota keluarga turut merasakan bahagia. Kehamilan pertama biasanya menjadi momen yang tidak terlupakan karena ini merupakan pengalaman baru yang sangat dinantikan. Apa yang dirasakan saat hamil muda kerap membuat dua insan manusia merasa khawatir, was-was, hingga stress karena adanya perubahan yang tiba-tiba. Tak hanya perubahan pada fisik saja, psikis dan mental juga mengalami perubahan dalam persiapan menyambut datangnya sang buah hati.

Bagi pasangan muda yang sedang menantikan anak pertama, trisemester pertama merupakan masa yang krusial karena ini adalah saat dimana janin mulai tumbuh di dalam rahim. Sang ibu harus mendapatkan istirahat yang cukup, makanan yang bergizi, dan terhindar dari stress yang bisa berdampak pada perkembangan janin di dalam rahim. Kesehatan ibu juga harus dijaga dengan baik agar tidak menderita sakit saat hamil muda. Penyakit yang menginfeksi ibu hamil di trisemester pertama bisa memberikan dampak negatif dalam perkembangan janin di tahap selanjutnya.

Oleh karena itu, baik suami maupun istri harus bekerja sama untuk menjaga janin di dalam rahim. Selain masalah kesehatan, biasanya ada beberapa keluhan yang membuat periode trisemester pertama semakin berat. Kami telah merangkum beberapa keluhan ibu hamil trimester 1 dan penanganannya yang bisa menjadi panduan dalam mengantisipasi terjadinya masalah kehamilan anak pertama.

  1. Morning Sickness

Meski tidak semua wanita mengalami morning sickness, tapi masa ini cukup menyiksa fisik ibu muda. Perasaan ingin muntah dan mual di pagi hari terjadi dalam periode trisemester pertama sebagai akibat dari perubahan hormon di dalam tubuh. Ini merupakan sebuah hal yang wajar dan Anda tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan apapun karena konsumsi obat saat masa kehamilan justru bisa membahayakan kesehatan.

Cara mengatasi: ganti pola makan dengan mengkonsumsi buah-buahan segar di pagi hari. Dengan demikian Anda mendapatkan asupan gizi yang cukup karena rasa mual dan muntah kerap membuat ibu hamil kehilangan selera makan.

  1. Lemas dan Mudah Lelah

Tak hanya menyebabkan morning sickness, perubahan hormon juga bisa membuat ibu terasa lemas dan mudah lelah. Bahkan beberapa kasus membuat calon ibu terasa ingin pingsan. Meski tidak berbahaya, tapi perasaan lemas harus segera diatasi agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Cara mengatasi: kurangi aktivitas berat yang menguras tenaga. Pastikan ibu mendapatkan istirahat yang cukup agar tidak pingsan atau mengalami gangguan kesehatan. Jaga asupan makan dan perbanyak konsumsi air putih.

  1. Keputihan

Hampir semua ibu hamil mengalami keputihan di periode trisemester pertama. Ibu pun tidak perlu panik karena keputihan merupakan cara alami vagina untuk melindungi area genital dan rahim dari berbagai macam infeksi. Pada masa kehamilan, leher rahim akan mengendur seiring perkembangan janin.

Cara mengatasi: jangan bersihkan area kewanitaan dengan sabun karena akan mempengaruhi kadar asam alami. Ganti pakaian dalam secara rutin agar tidak menjadi sarang kuman dan penyakit. Konsultasikan dengan dokter jika terjadi perubahan keputihan.

Baca juga : Gejala Penyakit Vertigo dan Tips Untuk Mengobati Vertigo

  1. Nyeri Punggung

Saat proses kehamilan, beberapa sendi dan ligamen yang menghubungkan antar tulang menjadi lebih lunak dan merenggang karena tubuh akan beradaptasi dengan janin yang semakin besar dan berisi. Peningkatan berat pada janin bisa membuat nyeri punggung semakin menjadi-jadi.

Cara mengatasi: kurangi aktivitas fisik berlebihan dan perbanyak istirahat. Tidak perlu dipijat karena tidak akan memberikan efek apapun. Istirahat yang cukup menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini.

  1. Perubahan Mood secara Tiba-Tiba

Perubahan hormon di dalam tubuh juga bisa membuat mood wanita berubah dengan sangat cepat. Ibu hamil bisa tiba-tiba merasa sedih, khawatir, atau bahkan menangis tanpa sebab yang pasti. Pada dasarnya, perubahan mood ini tidak memberikan masalah kesehatan saat kehamilan.

Cara mengatasi: Anda hanya perlu berkomunikasi dengan suami agar mengerti kondisi psikologi saat hamil. Suami harus bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan saat perubahan mood terjadi.

  1. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Ibu hamil biasanya mengalami peningkatan buang air kecil. Keluhan ini sering disebabkan karena produksi hormon hCG yang tinggi sehingga membuat aliran darah ke area panggul semakin meningkat. Masalah ini biasanya tidak hanya terjadi di trisemester pertama karena saat menjelan persalinan, frekuensi buang air kecil juga mengalami peningkatan.

Cara mengatasi: tidak perlu tindakan khusus untuk mengurangi frekuensi tersebut. Justru Anda tidak boleh menahan kencing agar tidak mengganggu ginjal.

  1. Pendarahan

Pendarahan saat trisemester pertama merupakan sebuah masalah serius yang harus segera ditangani. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya pendarahan saat hamil muda.

Cara mengatasi: segera lakukan konsultasi dengan dokter terkait pendarahan yang dialami. Pendarahan bisa menjadi pertanda bahwa Anda butuh penanganan medis.

Tips Agar Trisemester Pertama Berjalan Lancar

Tips Agar Trisemester Pertama Berjalan Lancar

Setelah mengetahui beberapa masalah kehamilan di trisemester pertama dan cara mengatasinya, tak lupa kami berikan tips agar trisemester pertama berjalan lancar tanpa hambatan.

  • Eratkan Hubungan

Kehamilan merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Meski hanya istri yang merasakan perjuangan dalam proses kehamilan, suami harus bisa menjadi teman setia yang meringankan beban sang istri. Eratkan hubungan agar ibu mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup.

  • Edukasi Diri

Masa kehamilan juga merupakan saat yang tepat untuk memperkaya wawasan tentang kesehatan. Anda bisa mulai mengedukasi diri tentang bagaimana cara mengatasi berbagai masalah saat kehamilan. Ketahui pula pola didik anak yang benar dan sesuai dengan zaman. Anda bisa mendapatkan banyak pelajaran tentang ibu dan anak dari berbagai media informasi atau pengalaman dari orang lain.

  • Gaya Hidup Sehat

Jika selama ini Anda hidup di lingkungan dengan gaya hidup yang tidak sehat, maka Anda harus mulai memberikan penjelasan kepada orang sekitar untuk memulai pola hidup sehat. Misalkan suami Anda adalah seorang perokok, ajak suami untuk bisa mengurangi rokok atau merokok saat tidak berdekatan dengan ibu hamil. Janin yang baru saja tumbuh masih rentan terhadap berbagai jenis penyakit.

  • Buat Ibu Bahagia

Ibu yang bahagia dan terhindar dari stress memiliki tingkat kesuksesan kehamilan yang lebih besar daripada ibu yang stress. Selain kondisi kesehatan, psikologi ibu juga bisa mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam rahim. Stress bahkan bisa membuat bayi lahir tidak normal atau bahkan keguguran.

Itulah 7 masalah yang sering dialami oleh ibu hamil di trisemester pertama dan bagaimana cara mengatasinya. Anda tidak perlu khawatir dengan masalah minor yang dialami selama masa kehamilan selama itu tidak membahayakan jiwa dan kesehatan. Selalu konsultasikan masalah lain yang timbul saat pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *