Mengenal Apa Itu Trypophobia, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Phobia Lubang Kecil

Beberapa orang mungkin takut akan laba-laba, ular, kodok maupun hewan lain yang dirasa menjijikkan. Namun, ada pula sebagian orang yang mengalami rasa takut tidak wajar akan sesuatu yang terasa sepele atau tidak semestinya ditakuti. Misalnya, takut pada lubang-lubang kecil. Nyatanya, fobia atau rasa takut berlebihan ini benar-benar ada. Phobia lubang kecil dinamakan trypophobia. Termasuk dalam lubang-lubang kecil yang membuat takut ini adalah gelembung busa sabun, spons cuci piring, sarang lebah, atau apapun yang memiliki lubang-lubang kecil pada permukaannya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang trypophobia, berikut adalah penjelasan lengkapnya, termasuk penyebab serta cara mengatasi.

Penyebab dan Cara Mengatasi Trypophobia

Trypophobia sendiri ialah salah satu jenis fobia yang berlaku pada bentuk lubang-lubang yang terjadi oleh alam maupun bentuk melingkar layaknya gelembung. Rasa takut ini termasuk lubang maupun gelembung yang ada di daging, kulit, kayu, tumbuhan, spons, karang, biji-biji kering, jamur, hingga sarang lebah. Reaksi akan pola berlubang ini terbilang cukup kuat. Orang dengan trypophobia akan merasa bergidik, merinding, keringat dingin atau bahkan merasa sakit saat melihat lubang-lubang kecil tersebut. Tidak jarang pula mereka akan merasa mual hingga muntah karena menganggap lubang-lubang kecil yang dilihatnya begitu menjijikkan. Penderita trypophobia akan berpikir ada sesuatu yang membahayakan di dalam lubang-lubang kecil itu dan takut jika masuk ke dalamnya.

Dalam kasus yang parah, trypophobia bahkan dapat memicu serangan rasa panik. Fobia sendiri sebenarnya termasuk dalam gangguan kecemasan yang timbul karena pengalaman maupun mekanisme evolusi bawaan. Biasanya, akan ada ancaman baik umum maupun spesifik, dibayangkan maupun nyata, yang mendasari fobia. Namun dalam kasus trypophobia, sebenarnya tidak ada ancaman jelas atau pola visual yang menyebabkannya. Namun, beberapa ilmuwan telah menduga bahwa penyebab penyakit trypophobia adalah reaksi ekstrem pada bentuk bundar karena polanya menyerupai bintik maupun lingkaran pada hewan beracun, seperti ular maupun gurita berkepala biru. Selain itu, ada pula beberapa teori yang menyebutkan penyebab dari trypophobia.

Makalah peneliti Arnold J. Wilkins dan Paul Hibbard menyatakan bahwa rasa jijik akan lubang-lubang kecil tersebut bisa terjadi karena melihat gambar lingkaran acak dan insting memerintahkan mereka agar menghindari untuk memandanginya berlama-lama. Keduanya berpendapat otak akan kewalahan dalam mengamati susunan bentuk acak serta kontras dan meminta asupan oksigen dalam jumlah lebih banyak agar dapat memproses informasi. Asupan oksigen berlebihan akan membuat gelombang otak kacau dan syaraf-syaraf tidak dapat bekerja secara maksimal. Akibatnya, kita justru akan merasa sakit kepala, cemas, pusing dan muntah. Trypophobia bekerja sebagai pertahanan diri otomatis agar kita tidak lagi mengalami hal-hal ini di mana otak akan mengasosiasikan lubang-lubang kecil dengan bahaya.

Baca juga : Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Gejala, dan Pengobatannya

Apakah Trypophobia Merupakan Jenis Penyakit?

Sementara untuk menjawab pertanyaan trypophobia penyakit atau bukan, sebenarnya bukan, namun penyebab dari trypophobia itu sendiri kemungkinan didasari ketakutan tertular penyakit tertentu. Temuan ini diperkuat studi Tom Kupfer dan An Trong Dinh Lee. Keduanya melaporkan adanya kecemasan serta kepanikan intens setelah melihat adanya gelembung busa sabun serta lubang-lubang kecil pada spons cuci piring yang terkait akan ketakutan terinfeksi parasit serta penyakit menular. Memang ada banyak penyakit menular yang menghasilkan bentol, bintil, serta beruntusan dalam bentuk bulat acak di kulit, seperti cacar, campak dan infeksi parasit tungau maupun kutu. Reaksi jijik sudah lama menjadi insting primitif manusia dalam menghindari penyakit.

Kebanyakan orang akan mampu menyesuaikan diri dan mengenali tidak ada bahaya dari pola bulatan acak ini. Namun orang dengan trypophobia akan secara refleks dan tanpa sadar merasa takut, jijik bahkan panik. Cara menghilangkan trypophobia umumnya adalah melalui serangkaian terapi karena fobia atau rasa takut termasuk dalam masalah gangguan kecemasan. Namun, trypophobia, seperti halnya jenis-jenis fobia yang lain, bukan sesuatu yang dapat mengancam nyawa. Tidak ada bahaya serius yang bisa membahayakan kesehatan dari apapun jenis fobia yang diderita, termasuk trypophobia. Akan tetapi jika kita menganggap fobia yang dialami sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, maka kita dapat menghubungi konsultan untuk mengatasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *