Mengenal Kanker Rahim: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Serviks

Kenali Gejala Kanker Serviks

Wanita merupakan mahkluk yang sangat spesial karena Tuhan memberi apa yang tidak dimiliki oleh pria. Rahim. Sebuah organ yang penuh dengan keajaiban karena ini merupakan jembatan kehidupan. Di dalam rahim, segumpal darah berubah menjadi seonggok daging yang akhirnya berkembang menjadi janin. Dari organ tersebut, muncul kehidupan baru yang akan melestarikan umat manusia. Tidak heran jika rahim merupakan organ yang mengangkat derajat wanita setingkat lebih tinggi dibandingkan pria. Akan tetapi, kanker rahim menjadi ancaman serius bagi setiap wanita di seluruh dunia. Penyakit ini telah menjadi momok berbahaya bagi kaum hawa.

Kanker rahim tidak muncul begitu saja. Biasanya virus mematikan ini menyerang bagian leher rahim atau yang kerap disebut dengan serviks. Nama terakhir merupakan bagian bawah rahim yang terhubung langsung dengan vagina. Serviks memiliki fungsi untuk memproduksi lendir, dalam istilah kedokteran disebut dengan mucus. Lendir ini berperan penting dalam proses hubungan seksual karena akan mengangkut sperma dari vagina ke dalam rahim. Sedangkan saat masa kehamilan, serviks akan menutup dan memastikan janin tetap berada di dalam rahim dan hanya akan membuka saat proses persalinan. Dengan kata lain, serviks memiliki peran yang sangat penting dalam proses kehamilan.

Melihat betapa pentingnya peran rahim, kanker serviks dan kanker rahim jelas menjadi ancaman serius bagi perempuan. Virus ini tak hanya bisa mengganggu peran rahim dalam proses penciptaan kehidupan, tetapi juga bisa mengancam nyawa wanita. Oleh karena itu, setiap wanita harus waspada dan mengenal apa yang menjadi penyebab, gejala kanker rahim, dan bagaimana cara mengobati kanker rahim untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyebab Kanker Serviks

Dari perspektif medis, kanker serviks disebabkan oleh virus yang bernama Human Papillomavirus atau HPV. Virus yang bersarang di dalam tubuh wanita akan memproduksi dua jenis protein, yakni E6 dan E7 dimana kedua jenis protein ini akan mematikan gen-gen tertentu yang berfungsi untuk menghentikan perkembangan tumor di dalam tubuh wanita. Selain itu, kedua protein tersebut juga menjadi pemicu tumbuhnya sel dinding rahim secara cepat. Akibatnya, terjadi mutasi gen yang berubah menjadi virus kanker. Virus ini bekerja tanpa memberikan gejala tertentu sehingga sulit untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini. Untuk mengetahui apakah Anda terjangkit virus ini atau tidak, maka harus dilakukan tes Pap Smear untuk mendeteksi secara tepat.

Virus ini juga punya kaitan yang erat dengan infeksi menular seksual yang terjadi karena hubungan seks yang tidak sehat. Dengan kata lain, mereka yang kerap berganti pasangan seksual memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena virus HPV jika dibandingkan mereka yang setia dengan satu pasangan saja. Selain itu, ada beberapa penyebab kanker rahim yang kerap menjangkit wanita.

  1. Rokok

Kandungan zat berbahaya pada rokok bisa menjadi pemicu lahirnya sel kanker di dalam tubuh. Hal ini membuat wanita yang merokok memiliki resiko 2 kali lebih besar terkena kanker rahim.

  1. Infeksi Klamidia

Klamidia merupakan salah satu jenis penyakti seksual yang menular. Meski hanya menyerang bagian luar alat vital, bakteri yang masuk ke dalam rahim bisa memicu terjadinya kanker serviks.

  1. Obesitas

Wanita yang memiliki berat badan berlebihan juga memiliki resiko kanker lebih besar karena berpotensi memiliki adenocarcinoma pada serviks.

  1. Usia

Meski wanita memiliki potensi terkena kanker serviks yang kecil di saat muda, namun resiko tersebut meningkat ketika wanita telah berusia di atas 40 tahun. Penurunan imun tubuh berperan dalam pertumbuhan sel-sel kanker.

  1. Penggunaan Pil KB

Dalam jangka waktu yang panjang, penggunaan pil KB bisa menjadi pemicu kanker serviks. Pastikan Anda mengganti alat kontrasepsi setiap 5 tahun sekali.

Demikian 5 hal yang bisa menyebabkan kanker rahim pada wanita. Setelah mengetahui apa saja yang bisa meningkatkan resiko penyakit ini, sekarang mari kita mengenal tahapan kanker rahim.

Baca juga : Penyebab Herpes dan Obat Alami untuk Meringankan Gejala Herpes

Stadium Kanker Serviks

Secara medis, praktisi kesehatan telah membagi tahapan yang menjadi pertanda seberapa bahaya penyakit ini. Setelah menganalisa bagaimana HPV menjangkit rahim wanita, dokter biasanya akan mengklasifikasikan penyakit yang diderita pasien guna mengetahui tindakan dan resiko yang mungkin terjadi. Berikut tahapan kanker rahim dalam dunia medis.

Stadium 1

Dalam tahap ini, sel kanker telah tumbuh di permukaan serviks tapi belum menyebar. Dalam tahap ini ada kemungkinan kanker menyebar ke organ lain seperti ke kelenjar getah bening. Harapan hidup pasien masih aman, yakni 80-93%.

Stadium 2

Kanker telah menyebar ke rahim pada bagian bawah atau dinding panggul. Sel kanker juga telah berkembang dan bisa berukuran lebih dari 4 cm. Harapan pasien berada di kisaran 58-63%.

Stadium 3

Kanker telah menyebar ke bawah vagina dan menekan kandung kemih. Ada kemungkinan kanker menyebar ke kelenjar getah bening. Harapan hidup penderita berada di angka 58-63%.

Stadium 4

Dalam tahap ini, kanker telah menyebar ke organ lain seperti usus, tulang, paru-paru, dan bahkan hati. Harapan hidup pun menipis karena berada di angka 15-16% saja.

Operasi Menjadi Opsi untuk Mengobati Kanker Rahim

Obat Kanker Serviks

Melihat betapa ganasnya penyakit ini, sebenarnya masih ada cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat perkembangan sel kanker. Penderita diharuskan mengkonsumsi obat kanker serviks serta menjalani beberapa opsi di bawah ini.

  1. Operasi

Operasi perlu dilakukan guna mencegah penyebaran sel kanker ke wilayah lain. Biasanya akan dilakukan tindakan bedah dengan mengangkat indung telur , tuba falopi, dan beberapa bagian lain. Namun sebagai konsekuensinya, Anda tidak akan bisa lagi memiliki anak.

  1. Radioterapi

Opsi Radioterapi bisa dilakukan jika kanker rahim berada di tahap awal. Prosesi Radioterapi bisa dilakukan dengan dua cara, yakni internal dan eksternal. Metode internal dilakukan dengan memasukan implan ke dalam tubuh. Sedangkan metode eksternal dilakukan dengan memancarkan sinar radiasi. Radioterapi biasanya dilakukan selama 5 hingga 8 minggu.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan prosedur umum untuk melawan sel kanker di dalam tubuh. Dokter biasanya akan memberikan dosis kemoterapi sesuai dengan tingkat perkembangan kanker di dalam tubuh. Kemoterapi dilakukan menggunakan infus.

Perlu diketahui bahwa semua metode pengobatan kanker serviks memiliki resiko masing-masing. Oleh karena itu, Anda harus berdiskusi dengan dokter ahli guna memiliki cara paling efektif dengan resiko yang paling minim. Dalam tahap ini, tidak ada opsi lain yang bisa Anda lakukan selain mengikuti instruksi dokter.

Namun bagi Anda yang masih memiliki rahim yang sehat, disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari hal-hal yang bisa menyebabkan kanker. Diskusikan dengan pasangan mengenai betapa pentingnya menjaga kesehatan organ seksual dan tetap setia satu sama lain guna menghindari penyakit menular seksual. Dengan demikian, Anda memiliki resiko yang sangat kecil untuk terkena kanker rahim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *