Mengenal Organ, Sistem Peredaran Darah, dan Ancaman Resiko Penyakit

Sistem Peredaran Darah Manusia dan Resiko Penyakit

Tahukah Anda bahwa tubuh manusia terdiri dari 70% cairan? Ya, hal inilah yang membuat kita dianjurkan untuk mengkonsumsi minimal 2 liter air setiap hari agar kebutuhan cairan tubuh bisa terpenuhi. Tapi tahukah Anda bahwa sebagian besar dari 70% cairan tubuh manusia adalah darah? Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa cairan tubuh manusia berwarna bening seperti yang kita minum setiap hari. Namun sebenarnya tubuh manusia dewasa normal setidaknya memiliki hampir 5,5 liter darah. Darah tersebut mengalir dengan membawa berbagai jenis komponen seperti oksigen, hormon, nutrisi, dan zat lain yang berguna bagi kesehatan tubuh. Melalui sistem peredaran darah manusia, semua kebutuhan yang diperlukan tubuh pun bisa terpenuhi.

 5 Jenis Penyakit Peredaran Darah

Darah mengalir dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Jalannya sirkulasi darah inilah yang disebut dengan sistem kardiovaskular. Uniknya, darah akan selalu beredar tanpa pernah berhenti selama kita hidup. Ini merupakan salah satu keajaiban yang patut kita syukuri setiap hari karena dengan cara itulah kita bisa tetap hidup. Namun jika ada masalah yang muncul dari mekanisme peredaran darah, maka gangguan tersebut akan menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius. Dalam istilah medis sendiri, ada beberapa jenis penyakit peredaran darah yang bisa mengancam kesehatan. Berikut daftar penyakit yang muncul akibat gangguan peredaran darah!

  1. Darah Tinggi

Hipertensi bisa saja terjadi dan menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jika dibiarkan tanpa adanya intervensi medis, maka masalah ini bisa memicu komplikasi yang mengancam kesehatan, seperti serangan jantung, gagal ginjal, atau bahkan stroke.

  1. Aneurisma Aorta

Ini meupakan penyakit yang terjadi karena dinding aorta (pembuluh darah utama dan terbesar pada tubuh manusia) menggelembung. Gelembung tersebut bisa pecah jika dibiarkan dan bisa menyebabkan pendarahan yang berujung pada kematian.

  1. Aterosklerosis

Darah yang mengalir ke seluruh tubuh membawa berbagai macam zat, seperti kolesterol, lemak, dan zat lain. Jika zat tersebut (biasanya lemak) mengendap pada saluran darah maka bisa terjadi penyempitan pembuluh darah. Alhasil kondisi tersebut akan mempengaruhi aliran darah yang berakibat pada gangguan pada jantung.

  1. Penyakit Jantung

Jantung sebagai organ vital untuk memmompa darah ke seluruh tubuh bisa mengalami gangguan kesehatan. Beberapa jenis gangguan pada jantung meliputi kerdiomiopati, serangan jantung, arteri koroner, aritmia, dan lain sebagainya.

  1. Varises

Varises merupakan sebuah kondisi dimana pembuluh terlihat menonjol di permukaan, biasanya terjadi di bagian kaki. Varises terjadi karena katup vena yang mengangkut darah ke jantung tidak menutup sempurna sehingga darah mengalir kembali ke kaki.

Kelima jenis gangguan kesehatan akibat gangguan pada organ peredaran darah manusia bisa terjadi pada siapa saja. Anda harus waspada dengan faktor yang bisa menjadi penyebab gangguan tersebut karena jika sudah mengalami masalah dengan jantung, maka kesehatan Anda tidak akan sama lagi dengan sebelumnya.

Baca juga : Penyebab Penyakit TBC dan Proses Pengobatan TBC selama 6 Bulan

Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Setelah mengetahui berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung dan sistem kardiovaskular, mari kita mengenal lebih dekat dengan fungsi dan cara kerja organ peredaran darah manusia dalam menunjang kesehatan kita.

  • Jantung

Jantung adalah organ vital yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Letaknya ada di antara paru-paru, tepatnya di bagian belakang sisi kiri tulang dada. Ukuran jantung sebesar kepalan tangan orang dewasa. Organ ini memiliki dua bilik dan dua serambi. Baik serambi dan bilik bekerja memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing.

Serambi dan bilik kiri jantung berisi darah bersih yang mengandung oksigen sedangkan serambi dan bilik kanan berisi darah kotor. Keempat ruang tersebut memiliki katup yang bertugas untuk menjaga peredaran darah mengalir ke arah yang benar. Detak jantung yang normal berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit.

  • Pembuluh Darah

Pembuluh darah merupakan ‘selang’ yang menjadi tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh, dan sebaliknya. Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yakni nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).

  • Pembuluh darah Arteri

Ini merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah bersih tersebut membawa banyak oksigen.

  • Pembuluh Vena

Sedangkan pembuluh darah vena bertugas untuk membawa darah kembali ke jantung. Pembuluh vena membawa darah kotor yang mengandung karbon dioksida dan akan dibawa ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen melalui proses pernafasan. Dengan cara inilah tubuh mendapatkan darah yang mengandung oksigen.

Darah

Darah merupakan komponen utama dalam sistem peredaran darah. Fungsinya membawa nutrisi, oksigen, antibodi, hormon, dan zat lain dari dan ke seluruh tubuh. Darah sendiri memiliki beberapa bagian yang disebut dengan sel darah dan plasma darah. Plasma darah adalah cairan berwarna kuning yang membawa zat penting seperti protein. Sedangkan sel darah merah mengandung dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah putih sendiri berguna untuk menjaga daya tahan tubuh. Dan trombosit dibutuhkan untuk membantu proses pembekuan darah.

Melihat betapa kompleksnya sistem peredaran darah manusia dan pentingnya kelangsungan sistem tersebut, sudah selayaknya kita menjaga kesehatan agar tidak mengganggu kerja jantung dan peredaran darah. Hindari berbagai hal yang bisa mempengaruhi kinerja jantung dan mencemari darah kita. Mengingat darah adalah komponen terbesar dari tubuh manusia, kita harus mengadopsi pola hidup sehat agar komponen tersebut tidak mengalami masalah serius yang mengancam keselamatan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *