Merusak Barang Saat Marah Ternyata Merupakan Gangguan Kejiwaan

emosi marah dalam psikologi

Gangguan ledakan amarah atau Intermettent eksplosive disorder merupakan gangguan yang termasuk dalam gangguan kontrol impuls. Secara umum ledakan amarah yang terjadi, berlangsung kurang dari 30 menit dan tidak direncanakan. Kondisi ini ditandai dengan kegagalan untuk menahan impuls agresif yang mengakibatkan serangan serius hingga perusakan properti, contoh dari perilaku ini termasuk mengancam atau benar-benar melukai orang lain. Seperti marah di jalan, kekerasan dalam rumah tangga, dan melempar serta menghancurkan benda.

Perilaku seseorang yang mengalami gangguan Intermettent eksplosivebiasanya didahului dengan rasa tegang atau gairah yang diikuti dengan rasa lega. Seringkali penyesalan akan dirasakan setelah amarah telah terjadi, seperti rasa kesal dan malu atas tindakan yang telah dilakukannya. Sebagian besar seseorang yang menderita gangguan ini adalah pria muda yang memiliki riwayat kecelakaan lalu lintas dan seseorang yang melakukan pelanggaran atau mungkin juga impuls seksual.

Gangguan Intermettent eksplosive disorder biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja yang dimulai dengan gangguan kecemasan, depresi hingga penggunaan zat tertentu. Kebanyakan orang dengan gangguan ini biasanya tumbuh dalam keluarga dimana perilaku eksplosif, pelecehan secara verbal dan fisik merupakan hal yang umum dan biasa terjadi.

Bagi seseorang yang mengalami gangguan ledakan amarah, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan. Diantaranya dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau terapi seperti konseling dan teknik relaksasi. Ini merupakan gangguan kronis yang akan berlangsung selama bertahun-tahun dan gangguan ini juga biasanya berdampak negatif terhadap kehidupan penderita. Misalnya berdampak terhadap hubungan, pekerjaan, hingga sekolah. Selanjutnya individu ini juga bisa terlibat dengan masalah hukum dan keuangan, untuk dapat dideteksi sebagai penderita Intermettent eksplosive disorder, seseorang harus menunjukkan agresi verbal atau fisik terhadap properti, hewan atau orang lain hingga kira-kira 2 kali dalam seminggu. Dalam kurun waktu 3 bulan, individu dengan gangguan intermittent ini juga biasanya mudah marah, timbul perasaan depresi, hingga rasa lelah yang timbul setelah tindakan terjadi.

Baca juga : Cara Mengatasi Perut yang Sering Kembung

Selain pengobatan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya ledakan amarah.

  1. Pastikan selalu rutin datang untuk melakukan perawatan yang sedang dijalani.
  2. Jangan lupa mengkonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter.
  3. Lakukan teknik relaksasi seperti berlatih pernapasan hingga yoga.

Kegiatan diatas bisa membantu penderita untuk mengatur emosi agar dapat tetap tenang, selain itu hindari lingkungan yang buruk. Tips terakhir, sebaiknya menjauh atau meninggalkan lingkungan yang dapat membuat hati merasa sedih atau frustasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *