Penyebab dan Akibat Buruk PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)

ptsd test

PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)atau disebut juga dengan gangguan stres pasca trauma adalah sebuah kondisi gangguan mental yang disebabkan karena seseorang mengalami kejadian yang katastrofik atau kejadian yang mengancam nyawa. Misalnya bencana alam, ancaman pembunuhan, Perampokan, kekerasan seksual, ancaman terorisme dan kejadian lainnya.

Penyebab yang pasti dari PTSD masih terus diteliti, namun diperkirakan faktor biologi menjadi salah satu penyebabnya. Amigdala atau bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan emosi mengalami reaktivasi yang berlebihan, sehingga timbul ketakutan dan kecemasan yang berlebihan. Suatu peristiwa traumatik yang terjadi juga diduga mengaktivasi kembali pengalaman traumatik seseorang di masa lalunya. Hal ini akan diperberat jika seseorang tidak memiliki dukungan sosial yang adekuat dan tidak memiliki mekanisme koping yang adekuat, PTSD juga memiliki beberapa gejala.

Hal yang Bisa Menyebabkan PTSD

  • Flashback

Kejadian yang membuat seseorang teringat sehingga memberikan dampak traumatik, yaitu ketika ia melihat suatu benda atau mendengar suatu kata-kata yang dapat berkaitan dengan kejadian traumatik tersebut.

  • Re-experience

Keadaan seseorang yang mengalami kembali kejadian traumatik atau ada penghindaran terhadap sesuatu yang dapat mengingatkan ke kejadian tertentu. Misalnya seseorang yang pernah mengalami kecelakaan mobil lalu ia jadi menghindari dalam mengendarai mobil, hal ini juga akan menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya gangguan dalam tidur dan gangguan dalam berkonsentrasi, juga terdapat banyak pikiran negatif dan mood yang mudah teriritasi sehingga mudah marah.

Gejala diatas dialami dalam kurun waktu 6 bulan setelah mengalami kejadian-kejadian traumatik tersebut, hal ini mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku dari penderitanya, bahkan saat ia tidak lagi terekspos dengan kejadian traumatik tersebut. Jika gangguan ini sudah semakin parah, efeknya bisa semakin memberat dan bisa menimbulkan ide atau keinginan untuk melakukan bunuh diri. Seorang yang mengalami kejadian traumatik sangat mungkin untuk mengalami gejala-gejala yang serupa dengan gejala PTSD, namun biasanya gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Jika gejala tersebut berlangsung lebih dari 1 bulan maka sudah dapat digolongkan dalam PTSD, dan apabila terdapat gejala tersebut sebaiknya segera dikonsultasikan dengan profesional kesehatan seperti psikiater atau psikolog untuk mencegah gejala PSTD menjadi semakin berat. Seseorang lebih rentan mengalami PTSD disebabkan beberapa faktor berikut:

  1. Pernah mengalami pengalaman traumatik berkepanjangan.
  2. Pernah mengalami kejadian traumatik di masa kecilnya.
  3. Seseorang yang tinggal di daerah rawan bencana.
  4. Pernah mengalami gangguan mental sebelumnya.
  5. Seseorang yang rutin mengkonsumsi alkohol atau menyalahgunakan zat adiktif.
  6. Sudah memiliki riwayat keluarga dengan gangguan jiwa.
  7. Kurang mendapatkan dukungan sosial, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Baca juga : Penyebab Tidur Berjalan yang Perlu Diwaspadai

Selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menjaga pola makan yang teratur dan mencoba untuk berolahragaringan. Untuk melepaskan stres secara perlahan–lahan dan untuk penanganan dari PTSD dapat dilakukan dengan beberapa cara, diataranya dengan psikoterapi dan mengkonsumsi obat-obatan. Psikoterapi diberikan bertujuan untuk mengenali pemicu gejala dan membantu mengatasi gejala yang timbul. Psikoterapi disesuaikan dengan kebutuhan pasien, namun umumnya diberikan edukasi mengenai teknik relaksasi dan kognitif behavior terapi. Jika kejadian traumatik tersebut terus berlangsung hingga saat ini, contohnya pada seseorang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, maka sebaiknya ia pindah terlebih dahulu ke tempat yang aman agar kejadian kekerasan tersebut tidak terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *