Penyebab Penyakit Rematik, Pengobatan, dan Tips Mencegah Rematik

Rematik Merupakan Jenis Penyakit Autoimun

Rheumatoid Arthritis kerap dikenal dengan sebutan penyakit rematik. Ini merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya peradangan pada sendi-sendi tubuh dan memunculkan rasa sakit yang kerap membuat penderitanya merasa tersiksa. Selain itu, sendi-sendi tubuh juga mengalami pembengkakan sehingga sulit untuk digerakkan dan terasa kaku. Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit gangguan autoimun sehingga mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah berpotensi mengalami penyakit ini. Tidak heran jika sebagian besar penderita rematik adalah orang usia lanjut karena sistem kekebalan tubuh yang lemah dan tidak stabil. Meski demikian, orang dewasa yang masih muda juga masih berpotensi untuk terkena penyakit ini.

Gejala rheumatoid arthritis yang paling sering dirasakan oleh penderitanya adalah sendi yang terasa nyeri saat bergerak. Biasanya bagian yang sering ngilu saat digerakkan adalah bagian sendi kaki dan tangan, pinggul, lutut, hingga jari-jari tangan. Gejala lain yang sering muncul mengiringi rasa sakit adalah pembengkakan di daerah tertentu dan sakit jika disentuh dengan sedikit tekanan. Penderita juga bisa kehilangan nafsu makan sehingga tubuh terasa lemah, lesu dan tidak memiliki tenaga. Pada beberapa kasus gejala rheumatoid arthritis lain yang muncul adalah mata gatal dan terasa perih.

Penyebab Penyakit Rematik dan Pengobatannya

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, penyebab penyakit rematik adalah daya tahan tubuh yang lemah. Penelitian juga menunjukkan bahwa rematik merupakan penyakit keturunan. Jadi jika keluarga atau orang tua Anda memiliki riwayat penyakit ini, bisa jadi Anda juga berpotensi terkena penyakit rematik saat tua nanti. Selain itu, faktor gaya hidup dan faktor lingkungan juga memiliki peran sebagai penyebab rematik meski dalam skala yang sangat kecil.

Proses pengobatan penyakit rematik sendiri meliputi 3 tahap, yakni penggunaan obat-obatan, terapi dan juga olahraga. Penggunaan obat jenis NSAID (non-steroid anti-inflamation drugs) bisa membantu meringankan rasa sakit pada sendi. Selain itu pemberian obat jenis DMARDs juga bisa membantu menyelamatkan sendi dan jaringan di sekitarnya dari kerusakan permanen yang bisa membuat penderita mengalami kelumpuhan di bagian tertentu. Proses terapi juga dilakukan guna memastikan bahwa pasien tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa tanpa merasa sakit. Terapi akan membantu otot tetap rileks dan tidak kaku sehingga Anda tidak kesakitan saat bergerak. Sedangkan olahraga berguna untuk memastikan sistem kekebalan tubuh tetap baik dan memperkuat tulang dan otot.

Pada beberapa kasus, operasi bedah menjadi prosedur alternatif untuk mengobati rematik yang kronis. Dokter bisa memberikan 3 alternatif pilihan operasi sesuai dengan tingkat keparahan yang diderita oleh pasien.

  1. Joint Replacement

Ini merupakan prosedur penggantian sendi yang rusak dengan sendi buatan dari bahan metal dan plastik.

  1. Tendon Repair

Sendi yang mengalami peradangan dan telah rusak biasanya membuat tendon di sekitarnya menjadi robek ataupun longgar. Operasi bedah bertujuan untuk memperbaiki jaringan otot tendon yang rusak di sekitar sendi.

  1. Fusi Sendi

Ini merupakan opsi terakhir yang dilakukan oleh dokter jika dua prosedur sebelumnya tidak bisa dilakukan. Fusi sendi merupakan proses penyatuan sendi yang bertujuan untuk meluruskan sendi dan menstabilkannya kembali.

Pencegahan Rheumatoid Arthritis

Melihat tingkat bahaya penyakit rematik, kita bisa melakukan pencegahan Rheumatoid Arthritis dengan rutin melakukan olahraga setiap minggu. Cara ini bisa menjaga tubuh tetap sehat dan kuat meski. Olahraga harus rutin dilakukan agar saat tua nanti tidak ada penyesalan yang perlu kita rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *