Penyebab Penyakit TBC dan Proses Pengobatan TBC selama 6 Bulan

TBC Ditularkan Melalui Batuk

TBC atau Tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya karena kerap menyerang sekaligus merusak jaringan tubuh manusia. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium Tuberculosis yang biasanya menular melalui udara. Umumnya bakteri ini akan menyerang paru-paru meski pada beberapa kasus, bakteri ini juga bisa menyerang organ tubuh lain seperti tulang, sistem saraf pusat, kelenjar getah bening, lambung, dan beberapa organ lain. Oleh karena itu, tidak jarang pasien yang kaget karena bakteri TBC menyerang bagian tubuh lain selain paru-paru.

Perlu diketahui bahwa penyebaran bakteri TBC ini tidak langsung menyebabkan masalah kesehatan. Biasanya bakteri yang menghinggapi seseorang akan tertidur selama beberapa saat dan baru aktif saat sistem kekebalan tubuh kita lemah. Jadi mereka yang tertular bakteri TBC tidak langsung sakit seperti penularan virus lain. Bahkan pada kasus tertentu, bakteri ini baru aktif setelah beberapa tahun sejak mengingkubasi tubuh penderita. Jadi tidak ada salahnya jika kita melakukan tes untuk mengetahui keberadaan bakteri Mycobacterium Tuberculosis di dalam tubuh kita karena resiko terkena penyakit TBC bisa berkurang jika bakteri ini dideteksi lebih cepat.

Karena bakteri ini akan menyerang ketika daya tahan tubuh kita melemah, maka orang yang memiliki sistem imun tubuh lemah seperti HIV, malnutrisi, penderita kanker, dan mereka yang menggunakan obat-obatan untuk penyakit autoimun memiliki resiko yang sangat besar untuk terkena penyakit TBC.

Gejala Klinis TBC dan Waktu Pemeriksaan yang Tepat

Saat bakteri TBC sedang tidak aktif di dalam tubuh, penderitanya memang terlihat seperti orang sehat seperti pada umumnya. Tidak ada tanda-tanda seperti penyakit lain. Namun saat bakteri TBC mulai aktif dan menyerang paru-paru, maka muncul beberapa gejala klinis seperti batuk secara terus menerus. Biasanya batuk akan berlangsung selama 3 minggu atau lebih disertai dengan dahak dan sesekali mengeluarkan darah. Batuk yang terjadi terus menerus menimbulkan nyeri pada dada, biasanya juga penderita mengalami sesak nafas. Tak hanya itu saja, penderita TBC juga akan berkeringat di malam hari. Gejala lain yang timbul adalah demam yang disertai dengan rasa menggigil. Demam yang muncul pun mengakibatkan lemas, letih, dan tidak nafsu makan.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua kuman TBC masuk ke paru-paru karena bakteri tersebut juga bisa menyerang organ lain di dalam tubuh kita. Jika tidak menyerang paru-paru, bakteri TBC yang sedang aktif biasanya menimbulkan gejala lain seperti membengkaknya kelenjar getah bening jika bakteri MTB menyerang kelenjar. Pada kasus yang menyerang ginjal, penderitanya bisa mengalami kencing darah. Sedangkan pada kasus yang menyerang tulang belakang, biasanya penderita akan merasakan nyeri yang luar biasa di area punggung. Jika menyerang usus, maka penderita akan mengalami sakit perut yang perih dan nyeri. Itulah alasan mengapa bakteri TBC sulit terdeteksi jika menyerang organ tubuh lain selain paru-paru.

Jika Anda tiba-tiba mengalami batuk berdahak selama 2 minggu berturut-turut disertai beberapa gejala di atas, maka sudah seharusnya Anda berkonsultasi dengan dokter apakah perlu untuk tes TBC atau tidak.

Cara Mengobati Penyakit TBC

Terinfeksi bakteri TBC bukanlah akhir dari segalanya jika penyakit ini terdeteksi sejak dini. TBC bisa diobati asalkan segera diatasi dengan baik sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pasien biasanya akan menjalani rawat inap selama beberapa hari agar dokter bisa melakukan observasi secara rinci dan mendalam. Selanjutnya, pasien diwajibkan untuk menjalani pengobatan selama 6 bulan berturut-turut. Selama masa penyembuhan, pasien harus mengkonsumsi obat antibiotik untuk mematikan virus di dalam tubuh. Obat tersebut juga berguna untuk meminimalisir penularan bakteri ke orang lain.

Perlu diketahui bahwa proses pengobatan TBC memakan waktu hingga 6 bulan dimana dalam periode tersebut pasien tidak boleh melewatkan 1 butir obat sekalipun. Itu artinya, Anda harus mengkonsumsi obat sesuai dosis dan jam yang ditentukan selama 6 bulan sejak masa penyembuhan dimulai. Pemakaian antibiotik yang tidak tuntas membuat bakteri bisa kebal dengan antibiotik yang dikonsumsi. Sebagai akibatnya, bakteri yang aktif justru semakin kebal dan ketika kembali aktif di kemudian hari, bakteri justru akan lebih sulit untuk dibasmi.

Baca juga : Masker untuk Memanjangkan Rambut dengan Cepat dan Alami

Obat yang dikonsumsi selama masa penyembuhan biasanya akan memberikan efek samping minor pada tubuh. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan obat yang rutin dikonsumsi setiap hari. Beberapa efek samping yang sering terjadi seperti telinga berdengung, perubahan warna kencing yang agak kemerahan, mual atau muntah, hingga kesemutan di beberapa bagian tubuh. Semua itu merupakan hal yang wajar dan bukan sesuatu yang berbahaya.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter secara rutin jika diperlukan guna melihat perkembangan kesehatan Anda. Dokter biasanya menyarankan pasien mantan penderita TBC untuk melakukan kontrol selama beberapa kali. Gunakan kesempatan ini untuk menceritakan perubahan atau gejala lain yang muncul saat proses penyembuhan. Dengan demikian dokter akan mengetahui dan mengambil tindakan yang diperlukan jika terjadi sesuatu di luar normal.

Selama masa penyembuhan berlangsung, Anda juga sebaiknya menjaga diri dan lingkungan agar tidak ada orang lain yang tertular bakteri MTB. Gunakan masker jika bepergian ke tempat yang ramai dan selalu bersihkan tangan dengan sabun untuk membasmi bakteri yang ada. TBC merupakan penyakit yang cukup melelahkan bagi penderitanya sehingga mantan pasien diharapkan bisa bekerja sama untuk menghentika penyebaran penyakit ini. Jaga dan sayangi orang di sekitar kita agar terhindar dari TBC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *