Penyebab Sinusitis, Jenis Sinus, dan Tips Mencegah Agar Tidak Kambuh

Sinusitis Bisa Kambuh dan Menggangu Aktivitas

Flu dan batuk kerap mengganggu aktivitas kita. Masalah ini biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan lalu disertai dengan hidung tersumbat atau bersin-bersih. Biasanya kondisi seperti ini akan hilang dalam 4 atau 5 hari setelah mengkonsumsi obat flu. Namun jika Anda sering merasa nyeri kepala di bagian dahi yang disertai dengan keluarnya lendir yang cukup banyak dari hidung, maka itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda memiliki penyakit sinusitis. Sinus merupakan rongga kecil berupa saluran udara di dalam tulang tengkorak yang berada di belakang tulang dahi, bagian pipi, dan sisi batang hidung.

Sinus berfungsi untuk menghasilkan lendir yang berguna untuk menyaring udara yang masuk ke dalam hidung dan membersihkan bakteri atau partikel yang terhirup ke rongga hidung. Selain itu, sinus juga memiliki fungsi untuk mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke dalam paru-paru. Tapi jika sinus terserang bakteri atau virus, maka fungsinya akan terganggu dan bisa menyebabkan perasaan yang tidak nyaman pada penderitanya. Penyebab penyakit sinusitis adalah terjadinya infeksi pada saluran pernapasan sehingga membuat produksi lendir berlebihan. Tak hanya itu saja, biasanya sinus juga menimbulkan rasa sakit kepala.

Tipe Sinusitis dan Gejalanya

Dalam artikel kali ini, kami akan mengupas tuntas tentang berbagai jenis sinus dengan gejala yang menyertainya. Berikut ulasan lengkapnya!

  • Sinus Akut

Ini merupakan jenis sinusitis yang sering umum terjadi. Biasanya akan berlangsung dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sinus akut terjadi karena infeksi virus dan diawali dengan flu biasa. Anda pun tak perlu perawatan khusus karena bisa diredakan dengan obat flu ataupun obat tradisional yang bisa menyembuhkan flu.

Beberapa gejala yang muncul saat sinus akut terjadi biasanya muncul lendir yang berwarna hijau atau kuning yang cukup kental. Cairan yang menumpuk di rongga hidung membuat hidung terasa mampet dan sulit untuk bernafas. Sebagai akibatnya, ketajaman indra penciuman pun berkurang. Dahi juga akan terasa nyeri dan wajah terasa seperti tertekan.

  • Sinus Sub Akut

Jenis yang kedua adalah sinusitis sub akut yang biasanya terjadi  dalam kurun waktu 4 hingga 12 minggu. Sinusitis ini cukup menyiksa karena perlu perlakuan khusus untuk meredakan gejala yang timbul. Penderitanya sebaiknya mulai menggunakan masker agar terhindar dari polusi udara. Selain itu, konsumsi antibiotik dan vitamin untuk meningkatkan imun tubuh juga diperbolehkan. Gejala yang timbul hampir mirip dengan sinusitis akut.

  • Sinus Kronis

Jika gejala seperti flu terjadi selama lebih dari 12 minggu, maka masalah tersebut bisa dikategorikan sebagai sinus akut. Pada beberapa kasus, masalah ini bisa berlanjut hingga berbulan-bulan atau bahkan mencapai tahunan. Selain beberapa gejala sinus akut, ada tanda lain untuk mengkonfirmasi sinusitis kronis.

Tanda pertama adalah cairan kental yang mengalir keluar dari hidung berasal dari belakang tenggorokan. Penderita biasanya bisa merasakan saat lendir tersebut sedang mengalir dan akan keluar dari hidung. Biasanya juga terjadi pembengkakan disertai dengan nyeri di sekitar mata, pipi, kening, dan hidung. Pada kasus lain ditemukan bahwa sang penderita juga mengalami batuk yang memburuk saat malam hari.

Pengobatan sinus kronis bisa dilakukan dengan melakukan konsultasi langsung dengan dokter agar bisa dilakukan observasi guna diberikan obat sesuai dengan dosis yang dibutuhkan.

  • Sinus Kambuhan

Beberapa orang mengalami sinus yang datang dan pergi begitu saja. Periode sinus kambuhan bisa terjadi minimal 3 kali dalam setahun dan akan hilang dengan sendirinya atau setelah dilakukan perawatan. Gejala sinusitis kambuh sama dengan sinusitis akut.

Setelah mengetahui ciri ciri sinusitis dan pengobatannya, kini Anda tahu cara membedakan setiap jenis sinusitis. Obat yang diberikan untuk penderita sinus pun bervariasi, biasanya berupa obat semprot atau obat tetes dekongestan yang dihirup untuk menstimulasi dan melegakan hidung. Sedangkan untuk mengatasi nyeri sakit kepala atau pembengkakan biasanya diberikan obat yang mengandung paracetamol oleh dokter.

Sinus Bisa Ditularkan Melalui Pertukaran Udara

Mengobati Sinus secara Alami

Alternatif lain yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala sinus adalah dengan menggunakan metode alami. Namun hal ini hanya bisa meringankan sinus dalam tahap awal karena setelah sinusitis memasuki fase kronis maka dibutuhkan tindakan medis untuk mengatasinya. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah antara lain:

  • Uap Aromatherapy

Anda bisa mempersiapkan air panas dalam sebuah wadah kecil. Teteskan minyak kayu putih atau aromatherapy agar hidung terasa lega. Selain itu, rasa hangat yang dihirup juga bisa memberikan rasa nyaman.

  • Kompres Air Hangat

Selain menggunakan uap air panas aromatherapy, Anda juga bisa mengompress hidung atau dahi dengan air hangat saat sinus sedang kambuh. Kompres air hangat juga bisa mengurangi pembengkakan yang terjadi di bagian dahi atau pipi.

  • Tidur dengan Bantal Tinggi

Bagi penderita sinus disarankan untuk menggunakan bantal yang agak tinggi ketika tidur. Dengan demikian, lendir bisa mengalir ke bawah dan tidak menyumbat rongga hidung. Bantal yang tinggi juga bisa mengurangi tekanan di sekitar dahi dan meminimalisir rasa tidak nyaman saat tidur.

Baca juga : Gejala Penyakit Kista dan Cara Mengatasi Penyakit Kista

Cara Mencegah Sinus Kambuhan

Jika Anda sudah pernah mengalami sinus akut, maka ada kemungkinan besar sinusitis akan kambuh di kemudian hari. Tentu Anda tidak ingin kembali merasakan betapa tersiksanya saat penyakit ini menyerang. Lakukan langkah pencegahan di bawah ini agar sinus tidak kambuh!

  • Jaga Kebersihan Tangan

Jaga kebersihan tangan dengan rajin mencucinya dengan sabun. Tangan kerap menjadi perantara masuknya kuman ke dalam tubuh kita. Kurangi menyentuh hidung dengan tangan setelah memegang barang-barang tertentu. Meminimalisir kontak tangan juga bisa menjadi langkah pencegahan terbaik agar sinusitis tidak kambuh lagi.

  • Minum Air Putih Cukup

Dengan mendapatkan cairan tubuh yang cukup, hal tersebut bisa menjaga kelembapan selaput lendir dan mencegah saluran hidung mongering. Selaput lendir harus tetap basah agar bisa bekerja dengan efisien.

  • Jaga Kesehatan Tubuh

Cara lain untuk mencegah sinus kambuh adalah dengan menjaga kesehatan tubuh. Sistem imun tubuh yang lemah merupakan pintu awal munculnya sinus kambuhan, akut, atau kronis. Anda harus mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang menyerang tubuh kita, termasuk sinusitis.

  • Gunakan Masker

Tidak ada salahnya untuk melindungi hidung kita dengan menggunakan masker setiap hari saat bepergian atau berkendara. Asap kendaraan, asap rokok, dan berbagai polusi udara lain bisa menyebabkan flu yang bisa memicu munculnya sinusitis. Menggunakan masker juga menjadi cara terbaik untuk mengurangi penyebaran virus flu dan penyakit menular lain.

Sinusitis memang bukan merupakan penyakit yang berbahaya dan mengancam jiwa penderitanya. Namun penyakit ini bisa mengganggu aktivitas kita selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Mulailah untuk tidak menyepelekan penyakit flu yang kita alami agar tidak terkena sinusitis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *