Tips Mengatasi Penyakit Campak pada Anak dan Orang Dewasa

Musim pancaroba yang tidak menentu terkadang membawa bibit penyakit yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan tertentu. Salah satu masalah yang sering datang saat musim sedang tidak menentu adalah munculnya bintik merah pada kulit yang disertai dengan ruam. Banyak yang mengira bahwa gejala tersebut merupakan gatal karena alergi biasa sehingga tidak melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun Anda harus waspada karena munculnya bintik dan ruam pada kulit juga bisa menjadi pertanda penyakit campak. Anda bahkan harus segera mengetahui bagaimana cara menghilangkan penyakit campak agar anak dan orang dewasa di sekitar lingkungan bisa segera ditangani dan mendapatkan perawatan medis.

Campak Sering Terjadi pada Anak dan Bayi

Mengenal Penyakit Campak

Campak sendiri merupakan sejenis infeksi yang diakibatkan oleh virus dan bisa menular. Penyakit ini bisa sangat mengganggu dan bisa menyebabkan komplikasi yang jauh lebih berbahaya. Gejalanya sendiri biasanya baru dirasakan sekitar dua hingga tiga minggu setelah virus hinggap dalam tubuh seseorang. Dan saat sistem kekebalan tubuh menurun, maka virus akan segera menyerang dan menimbulkan beberapa gejala yang harus diwaspadai. Beruntung kita hidup di zaman dimana imunisasi campak sudah diwajibkan untuk diberikan pada bayi setiap tahunnya. Jauh sebelum dilakukan imunisasi campak pada bayi, tingkat kematian pada bayi akibat virus Rubeola ini sangat tinggi.

Berdasarkan data kesehatan yang ada, campak sendiri memang lebih sering terjadi pada anak balita. Sedangkan jika seseorang belum pernah mengalami penyakit ini waktu kecil dan tidak mendapatkan imunisasi campak yang lengkap, maka ada potensi untuk terserang penyakit ini saat tumbuh dewasa. Jadi kata kuncinya adalah imunisasi campak pada bayi bisa meminimalisir terkena resiko virus Rubeola ini.

Ciri Ciri dan Gejala Penyakit Campak

Informasi tentang gejala penyakit campak tidak banyak dimengerti oleh orang tua. Selain itu, ciri awal penyakit campak yang muncul juga terlihat tidak berbahaya sehingga banyak pasien yang telat untuk ditangani. Selain ruam pada kulit yang tersebar di beberapa area tubuh, biasanya penyakit ini juga diawali dengan tanda seperti flu. Selain itu penderita juga mengalami mata merah dan sensitif terhadap kilau cahaya. Demam juga datang di masa awal virus ini menyerang dan akan hilang seiring hilangnya penyakit ini.

Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami pembengkakan pada getah bening di leher ataupun di selangkangan. Jika demam yang Anda alami disertai dengan beberapa gejala tersebut, tidak ada salahnya untuk segera melakukan konsultasi di klinik kesehatan terdekat untuk mendeteksi apakah Anda mengidap penyakit campak. Sebab, ada banyak sekali komplikasi yang bisa datang menyertai gangguan kesehatan ini. Pasien biasanya akan menderita diare beserta muntah dengan frekuensi yang cukup tinggi. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah terjadinya komplikasi ke paru hingga ensefalitis atau radang otak.

Hanya dengan melakukan pemeriksaan oleh dokter Anda bisa mengetahui cara mengobati campak pada orang dewasa. Dokter juga akan meresepkan beberapa obat antibiotik untuk membunuh virus yang bersemayam di dalam tubuh.

Gejala Campak pada Bayi Ditandai Ruam Merah

Pengobatan Penyakit Campak di Rumah

Setelah mendapatkan perawatan medis dari dokter, Anda juga bisa melakukan perawatan sendiri di rumah untuk mempercepat penyembuhan meski biasanya Anda juga diharuskan opname di rumah sakit jika kondisi tidak memungkinkan. Berikut beberapa penanganan penderita campak yang bisa dilakukan sendiri.

  1. Konsumsi Air Putih

Baik campak yang terjadi pada anak kecil, bayi, ataupun orang dewasa diharuskan mendapatkan asupan cairan yang cukup agar tidak terkena dehidrasi. Demam tinggi di awal kejadian pasti akan menguras banyak elektrolit di dalam tubuh sehingga tubuh harus segera diisi dengan cairan yang baru. Jika bayi terkena campak, ASI menjadi satu-satunya obat tradisional campak pada bayi karena bayi sebaiknya tidak diberi obat. Konsumsi air putih yang cukup juga meminimalisir kemungkinan untuk opname di rumah sakit karena Anda tidak kekurangan cairan sehingga tidak perlu diinfus.

  1. Istirahat yang Cukup

Pada kasus campak yang terjadi pada balita, dibutuhkan pengawasan ekstra dari kedua orang tua. Salah satu kuncinya adalah mendapatkan istirahat yang cukup dengan membatasi aktivitas anak untuk sementara. Istirahat dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh kembali seperti semula sehingga bisa melawan virus yang menginfeksi tubuh anak.

  1. Batasi Kontak dengan Lingkungan

Perlu diketahui bahwa virus Rubeola bisa menular ke orang lain melalui perantara udara, cairan tubuh, ataupun kontak langsung. Oleh sebab itu kita harus mencegah penularan penyakit campak dengan mengisolasi pasien dari lingkungan luar. Cara ini juga dapat meminimalisir kemungkinan komplikasi dari faktor eksternal. Ada baiknya untuk memberikan masker pada orang dewasa agar udara tidak terkontaminasi dengan virus penyebab campak. Bila terjadi pada bayi, maka orang tualah yang harus menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidung.

  1. Perbaiki Pola Makan

Ada beberapa pilihan makanan yang baik untuk penyakit campak dan harus dikonsumsi selama masa penyembuhan. Pilih makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti sayur dan buah-buahan. Vitamin C berguna untuk mempercepat proses penyerapan nutrisi tubuh sehingga kekebalan tubuh bisa meningkat dan berhasil melawan virus. Jika terjadi pada bayi, maka ibu harus mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi agar bisa memproduksi ASI yang berkualitas. Sedangkan pada kasus anak, orang tua harus memastikan anak tidak kelaparan karena biasanya anak jadi susah makan.

  1. Mandi secara Rutin

Banyak orang yang menghindari mandi saat terkena penyakit campak. Mereka beranggapan bahwa ruam pada kulit bisa bertambah parah jika terkena air. Padahal mandi bisa membersihkan kulit sehingga ruam bisa segera hilang. Jangan gunakan sabun agar tidak terjadi iritasi. Jika perlu, gunakan anti septik yang dicampur ke air untuk mandi agar bisa membunuh kuman pada kulit. Tapi perlu diperhatikan bahwa mandi hanya diperbolehkan jika demam sudah agak menurun.

  1. Patuhi Anjuran Dokter

Jangan lupa untuk tetap mematuhi aturan yang diberikan oleh dokter. Bagaimanapun juga dokter lebih paham dengan kondisi yang sedang dialami. Jangan ragu untuk bertanya apakah boleh mandi saat terkena campak dan jenis makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi. Dokter tentu paham apa yang harus dilakukan karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda saat terkena campak.

Demikian informasi lengkap tentang penyakit campak, penyebabnya, hingga pengobatan yang bisa dilakukan di rumah bagi penderita campak. Sebelum penyakit ini terjadi pada anak Anda, ada baiknya untuk memberikan vaksin MMR agar anak tidak terkena penyakit campak saat ia besar. Vaksin MMR juga merupakan jenis vaksin gabungan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh agar tidak terkena gondongan dan campak Jerman.

Vaksin campak diberikan pada anak berusia 1 tahun untuk fase pertama. Sedangkan vaksin kedua diberikan saat anak berusia maksimal 6 tahun. Jangan pertaruhkan kesehatan anak Anda dengan tidak memberikan vaksin campak yang lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *